Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Kalimantan Tengah Juli 2020

KBRN, Palangka Raya : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah menyoroti Indek Harga Konsumen Provinsi Kalimantan Tengah Juli 2020. 

"Dari 90 kota pantauan IHK nasional, 29 mengalami inflasidan 61 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Timika (1,45 persen) dan deflasi tertinggi di Manokwari(1,09 persen). Palangka Raya menempati peringkat ke-29 kota deflasi di tingkat nasional, sedangkan Sampit menempati peringkat ke-10 kota inflasi di tingkat nasional," dipaparkan Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri saat rilis berita statistik secara virtual, Senin (03/08/20).

Dijelaskan deflasi di Palangka Raya (0,22 persen) dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0,82 persen) dan transportasi (1,39 persen). SedangkanInflasi di Sampit (0,28 persen) juga dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga kelompok transportasi (3,84 persen), perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,96 persen), serta penyedia makanan dan minuman/restoran (0,75 persen).

"Berdasarkan dua kota acuan (Palangka Raya dan Sampit), Provinsi Kalimantan Tengah mengalami deflasi (0,03persen), diikuti oleh laju inflasi tahun kalender (0,94persen) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (2,03 persen) yang cukup rendah,"imbuhnya.

Sementara komoditas akademi/perguruan tinggi dan emas perhiasan, secara kolektif juga menjadi pemicu inflasi di kedua kota. Cukup rendahnya harga eceran bawang putih, ikan gabus, gula pasir,dan cabai rawit menjadi instrumen reduktif terhadap kenaikan indeks harga secara umum di kedua kota. 

"Andil jasa angkutan udara relatif hanya berpengaruh signifikan terhadap perubahan indeks harga di Sampit, sebaliknya tidak memiliki pengaruh di Palangka Raya,"tutupnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00