Harga Stabil Menjelang Idul Adha Masyarakat Jangan Resah

KBRN,Palangka Raya : Menjelang Hari Raya Idul Adha 2020 kenaikan bahan pokok di Kota Palangka Raya dipastikan masih tetap stabil tidak ada kenaikan yang siknifikan. Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Palangka Raya Ramang.

kepada RRI Rabu(15/07/20) Ramng mengatakan untuk tahun ini kenaikan harga sembako bagi kebutuhan masyarakat menjelang idul adha tidak berdampak signifikan bagi daya beli masyarakat karena kenaikan tidak sampai 100 % sehingga untuk menghadapi Idul Adha tahun ini masyarakat tidak perlu resah dan kuatir karena kenaikan harga sembako masih relatif setabil, seperti untuk ayam potong yang sempat mengalami kenaikan kini telah kembali turun dikisaran angka 40 ribu perkilogramnya juga dengan bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya naik hingga 50 ribu rupiah perkilogramnya saat ini telah diangka 35 ribu rupiah untuk bawang merah dan 25 ribu rupiah untuk bawang putih.

“Tahun ini memasuki perayaan hari raya idul adha harga sembako relatif aman dan stabil tidak ada kenaikan siknifikan,”Kata Rawang

Sementara itu salah seorang pelaku usaha dan Ibu Rumah Tangga di Kota Cantik Ariyani menyatakan memang saat ini kenaikan tidak 100% namun untuk jenis cabe dan bumbu dapur bagi ibu rumah tangga menjelang Idul Adha ini sudah mulai terasa adanya kenaikan harga. Meskipun ia kerap berbelanja di warung dari pada ke Pasar saat pandemi covid-19 ini, namun sebagai masyarakat atau konsumen menyadari hal ini juga tidak lepas dari kondisi yang ada saat ini covid-19 sehingga berapapun harga yang dijual di pasar ia tetap membelinya.

”Saya menyadari dan merasa saat ini harga yang naik signifikan hanya bumbu dapur saja kalo barang masih relatif aman,”Jelas Ariyani

Kondisi saat ini dimasa pandemi covid-19 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Palangka Raya tetap menurunkan Tim Satgas Pangan yang terbagai dalam dua Kelompok umum dan rahasia untuk memantau kestabilan harga barang di 2 Pasar yang menjadi indikator Harga yakni Pasar Kahayan dan Pasar Besar Palangka Raya sehingga dimasa pandemi covid-19 ini diharapkan para pedagang tidak memanfaatkan keadaan untuk menaikan harga barang sesukanya diatas Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan Pemerintah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00