Kalteng Inflasi 0,39 Persen, Dipengaruhi Kenaikan Indeks harga Beberapa Kelompok

KBRN, Palangka Raya : Berdasarkan potret Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah dari dua kota penghitungan inflasi/deflasi yaitu Palangka Raya dan Sampit membuat Kalteng mengalami inflasi 0,39 persen.

"Inflasi di Palangka Raya (0,46 persen) dipengaruhi oleh 

kenaikan indeks harga kelompok bahan makanan (1,94 

persen), makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 

(0,49 persen), sandang (0,35 persen), dan kesehatan (0,34 

persen),"kata Kepala BPS Kalteng saat Pres Rilis di kantornya, Senin (02/12/19.

Sedangkan Inflasi di Sampit (0,26 persen) dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga kelompok bahan makanan (1,36 persen), makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,39 

persen), dan kesehatan (0,20 persen). 

Berdasarkan dua kota acuan (Palangka Raya dan Sampit), 

Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi (0,39 

persen), diikuti oleh laju inflasi tahun kalender (1,78 

persen) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (3,02 persen) 

yang cukup rendah.

"Komponen harga bergejolak (volatile foods) menjadi 

pendorong utama terjadinya inflasi di Palangka Raya (0,41 

persen) dan Sampit (0,39 persen),"tuturnya.

Dari 82 kota pantauan IHK nasional, 57 mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado (3,30 persen) dan deflasi tertinggi di Tanjung Pandan (1,06 persen). Palangka Raya dan Sampit menempati peringkat ke-11 dan ke-29 kota inflasi tertinggi di tingkat nasional. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00