Jelang Idul Adha, Harga Sapi Naik Rp5 Juta

KBRN, Palangka Raya : Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)  berdampak kepada terbatasnya pasokan sapi di Kalteng. Akibatnya harga jual naik Rp5 juta rupiah per ekor. 

Salah seorang penjual sapi di Palangka Raya, Ahmad Barokah, Jumat (24/6/22), mengatakan dirinya biasa memasok sapi dari Madura, namun karena adanya larangan sapi dari Jawa Timur masuk Kalteng, pihaknya hanya mendatangkan dari Pulau Bali. 

Terbatasnya jumlah sapi, menjadi alasan harga jual naik. Dari awalnya rata-rata Rp20 juta menjadi Rp25 juta per ekor. Sedangkan untuk kambing, jumlahnya juga terbatas, sehingga harganya naik dari Rp3 juta menjadi Rp5 juta per ekor. 

"Dari Madura dilarang karena Jawa Timur kan wabah PMK nya masih ada. Kami ngambil dari Bali itupun sedikit. Karena ngurus izin sapi ini kan rumit. Makanya terbatas, mengakibatkan harga juga naik," ungkapnya. 

Terbatasnya jumlah sapi dan kambing, membuat tidak ada lagi pedagang hewan dadakan di pinggir jalan menjelang Hari Raya Qurban. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar