Minyak Goreng Satu Harga, Omzet Pedagang Sembako Pasar Tradisional Berkurang 50 Persen

KBRN, Pangkalan Bun: Sejak ditetapkannya minyak goreng satu harga yakni Rp 14 ribu per liter membuat berkurangnya tingkat pembelian pada kios di pasar tradisional khususnya pasar di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng.

Pedagang yang berjualan di pasar tradisional tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah, sehingga tetap menjual pada harga non subsidi yakni Rp 24 ribu per liternya.

“Dengan adanya subsidi dari pemerintah, justru tidak memberikan solusi bagi pedagang tradisional, dan menguntungkan pedagang ritel, karena sejak adanya subsidi telah terjadi penurunan penjualan sampai dengan 50 persen,” ujar salah satu pedagang pada Rabu (26/1/2022) di pasar Indera Sari Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat.

Harusnya, lanjut dia, pemerintah mengkaji lebih dalam lagi pengaruh subsidi penjualan tingkat ritel berskala nasional terhadap nasib pedagang tradisional yang tidak menjual secara subsidi juga. 

"Kalau begini pedagang tradisional menjadi terpuruk," pungkasnya. (Irwanudin/Sep)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar