Pedagang Pasar Sudah Diminta Retur Minyak Goreng

KBRN, Palangka Raya: Pasar tradisional diberikan waktu satu minggu untuk melakukan penyesuaian penjualan minyak goreng satu harga Rp 14 ribu per liter terhitung sejak Rabu 19 Januari lalu. 

Dari pantauan RRI, harga minyak goreng di Pasar Besar Palangka Raya masih di kisaran Rp 20 dan Rp 21 ribu per liter. 

Pedagang sembako di Pasar Besar Palangka Raya, Wahidah, mengatakan hingga saat ini tokonya masih menjual minyak goreng sesuai harga modal lebih dari Rp 14 ribu.

Menurutnya, memang sudah ada pemberitahuan dari pihak distributor bahwa minyak goreng dengan harga modal yang lebih dari Rp 14 ribu akan ditarik. Namun Wahidah mengaku belum melakukan retur terhadap minyak goreng yang sudah dibelinya sebelumnya. 

“Makanya saya pikir kan kalau semua ini ditarik, saya menunggu satu minggu ke depan saya jual apa. Kan kita nggak tahu distributor melempar ke pasar anggap aja bulan dua (Februari) katanya. Cuman pasti nggak itu datang, atau sesuai nggak sama yang kita minta. Ibaratnya kalau harus dibagi-bagi kan, otomatis ya minyak yang ada aja yang kita jual. Konsumen juga nggak keberatan, langganan kan bilang ‘Saya oke aja harga berapa, nanti kan kalau sudah ada harga Rp 14 ribu saya beli juga.’ Saya bilang juga kalau ada yang ada harga segitu saya nggak mungkin juga kan nyimpan saya jual juga,” tuturnya kepada RRI, Senin (24/1/2022). 

Wahidah menuturkan meski ada pembeli yang komplain karena harga minyak goreng yang tidak sama dengan harga di ritel modern namun pelanggan masih membeli minyak goreng yang dijual dengan harga Rp 20-21 ribu. 

Pedagang sembako di Pasar Besar ini yakin hingga akhir bulan stok minyak goreng yang tersisa 14 dos akan habis dibeli pelanggan. Pasalnya, dalam 3 hari terakhir sebanyak 6 dos minyak goreng di tokonya sudah habis dibeli pelanggan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar