Minyak Goreng Satu Harga di Kalteng Dijual di Tiga Ritel Modern

KBRN, Palangka Raya: Kebijakan pemerintah menetapkan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp 14 ribu per liter untuk semua merek sudah dilaksanakan di tiga ritel modern di Palangka Raya sejak Rabu kemarin.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah, Aster Bonawati, melalui Kasi Bapokting, Isa Maliki, mengatakan minyak goreng satu harga untuk sementara hanya dijual di ritel modern di bawah Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo).

Menurutnya hanya ada tiga ritel modern di Kalteng yang berada di bawah Aprindo yakni Hypermart, Alfamart dan Indomaret. Sementara untuk penjualan minyak goreng seharga Rp 14 ribu di pasar tradisional masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kementrian Perdagangan.

“Banyak teman-teman di daerah yang menanyakan yang tidak punya Hypermart, Indomaret dan Alfamart. Kita masih menunggu juga. Kan banyak faktor kalau misalkan disamakan, sedangkan mereka sendiri sudah membeli di harga tinggi duluan kan. Kita juga nggak tahu anunya seperti apa. Apakah ada kebijakan tersendiri dari pemerintah pusat. kita sambil menunggu juga, kalau kita daerah nggak bisa ngambil keputusan kan masih. Masalahnya ini skala nasional,” ujarnya kepada RRI, Kamis (20/1/2022).

Isa Maliki mengungkapkan di Kalimantan Tengah ada beberapa kabupaten yang belum ada Hypermart, Indomaret dan Alfamart diantaranya Kabupaten Barito Timur, Barito Selatan, Murung Raya, Lamandau dan Sukamara.

Kasi Bapokting Disdagperin Provinsi Kalimantan Tengah ini menambahkan pelaksanaan kebijakan minyak goreng satu harga senilai Rp 14 ribu ini akan berlangsung sampai 6 bulan ke depan.

Dari hasil pantauan tim Disdagperin Kalteng, lanjut Isa Maliki, ritel modern di Palangka Raya sudah melaksanakan penjualan sesuai petunjuk teknis dari Kementrian Perdagangan.

Sementara itu dari pantauan RRI di salah satu ritel modern di Palangka Raya pada Kamis (20/1/2022) siang, rak minyak goreng masih kosong.

Menurut penuturan salah seorang petugas di Alfamart Palangka Raya, Sarifah, sesuai SOP barang yang baru tiba dari pengiriman harus diperiksa, disimpan dulu untuk beberapa waktu baru setelah itu dipajang.

“Kalau minyak goreng ada. Sudah ada malam tadi datang. Cuma belum kami display. Soalnya kan barangnya disimpan dulu baru dijual. Kalau datang barang 10 dos. Kalau habis didisplay lagi. Kalau itu semua merek promonya. Satu liternya Rp 14 ribu. Kalau 2 liter Rp 28 ribu,” ujarnya.

Sarifah mengatakan pada hari pertama penjualan minyak goreng program pemerintah seharga Rp 14 ribu per liter untuk semua merek, barang habis terjual hanya dalam beberapa jam.

Menurutnya, satu pengunjung hanya dibolehkan membeli maksimal 2 liter. Untuk kemasan 1 liter pembeli boleh membeli dua item dan hanya satu item untuk minyak goreng kemasan 2 liter.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar