Ningsih Buktikan Usaha Bidang Non Kuliner Bisa Tumbuh di Tengah Pandemi

KBRN, Palangka Raya: Usaha bidang kuliner terbukti paling bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Namun rupanya ada usaha selain kuliner yang juga bisa menghasilkan rupiah ketika orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Ningsih, Wanita kelahiran Lamandau Kalimantan Tengah 40 tahun silam, membuktikan bahwa usaha toko yang menjual kebutuhan dekorasi rumah mampu tumbuh di tengah pandemi Covid-19.

Usaha yang dimulai Ningsih setahun lalu, awalnya ditentang habis-habisan oleh sang suami. Alasannya ruko mereka yang terletak di Jalan Temanggung Kanyapi tidak banyak dilalui orang.

Namun Ningsih yakin usahanya bisa berkembang dan bersikeras untuk memulai usaha yang tidak banyak dilakoni pengusaha di Palangka Raya.

“Asalnya ditolak lho sama bapaknya (suami red). Bapaknya nggak mau, ‘Enggak ah ding mana ada orang mau. Jalan buntu gini,’ jar abahnya ‘mana ada orang tahu’. Tapi yakin ada ja orang belanja ku bilang gitu,” ujarnya menceritakan percakapannya dengan sang suami yang bekerja di bidang Digital Printing.

Ningsih menceritakan bahwa ia dan adiknya memang mempunya hobi mendekorasi rumah. Ketika harus membeli pernak-pernik kebutuhan dekorasi dari Pulau Jawa, mereka akan berbagi ongkos kirim supaya terasa lebih ringan.

Mulai dari situlah muncul ide Ningsih untuk membuka toko Home Décor yang sekarang diberinya nama Nirwana Shop.

Ningsih mengaku promosi di Instagram cukup membantu penjualan. Meski tokonya tidak berada di pinggir jalan ramai, pembelinya tetap banyak. Dengan promosi di media sosial justru pembelian datang dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah seperti Kasongan, Kuala Kurun, Muara Teweh, Sampit bahkan Lamandau.

Hasil memang tidak akan mengkhianati usaha. Ningsih mengisahkan usahanya tidak langsung sebesar dan seramai sekarang. Dulu tokonya sangat kecil dan barang-barangnya pun tidak banyak.

“Sehari dua nggak ada yang belanja nangis tahu nggak. Sehari nggak ada yang belanja, besoknya dapat 15 ribu. Besoknya nggak ada yang belanja. Rasa nitik air mata sampai malu duduk ni nggak ada kaca ini awal tu. Tetap ja aku duduk, biar aja ada ja rezekinya kayak gitu,” kisahnya.

Belum lagi cibiran dan nada-nada meremehkan yang datang bahkan dari kawan-kawannya sendiri. Namun Ningsih tetap teguh pada pendiriannya sampai usahanya semakin banyak dikenal orang yang tahu dari mulut ke mulut.

Tokonya yang semula hanya satu pintu, sekarang sudah dua pintu bahkan menambah ruang sampai ke belakang. Ningsih juga mempekerjakan dua orang untuk membantunya berjualan di Nirwana Shop.

Barang-barang yang dijual Nirwana Shop tidak hanya keperluan dekorasi seperti kursi, hiasan dinding, bunga, vas bunga, rak-rak dan meja kursi aestetik, namun juga sampai perlengkapan dapur dan tempat tidur. Pembelinya mulai dari Wakil Wali Kota Palangka Raya, ibu-ibu dan karyawati yang masih muda, sampai pengusaha foto studio, butik dan café.  

Suka duka dalam usaha sudah dirasakan Ningsih. Barang-barang yang dikirimkan dari luar pulau juga tidak jarang patah atau pun pecah saat proses pengiriman. Namun berkat passion, kegigihan dan keyakinannya, usahanya terus berkembang bahkan di tengah pandemi Covid-19.

Salah seorang pembeli di Nirwana Shop, Nisa, mengaku sangat senang ada toko yang menjual barang-barang yang diperlukan untuk mendekor rumahnya agar terlihat aestetik. Menurutnya, sangat jarang bahkan belum ada toko yang menjual keperluan Home Décor selengkap Nirwana Shop di Kota Palangka Raya. Selama ini, Nisa mengaku berbelanja kebutuhan rumahnya secara online dengan semua risiko yang ada dan ongkos kirim yang lumayan mahal. 

“Tapi memang kalau belanja online itu banyak risikonya karena kayak vas bunga, kemudian gelas atau barang-barang lain perabotan rumah itu kan banyak yang terbuat dari melamin, kaca, plastic dan itu rentan banget karena perjalanan dari toko di Jawa sampai di Palangka Raya itu rawan pecah. Selain itu juga ongkos kirimnya lumayan mahal. Sudah ongkos kirimnya mahal, barang sampai sini itu kadang ada cacatnya gitu. Nah ketika ada Nirwana Shop ini beruntung banget jadi tidak lagi belanja secara online dengan risiko-risiko tadi,” ucapnya.

Nisa juga memuji pelayanan penjual yang juga memberi jasa konsultasi dekor gratis kepada pembeli sebelum memutuskan untuk membeli barang.

“Untuk pelayanan penjual sendiri itu sangat membantu kami. Karena orangnya welcome terus mau memberikan konsultasi gratis bahkan, ketika kami pelanggan datang kemudian kami ingin, rumah kami sudah seperti ini, kami ingin menambah pernak-pernik di sebelah sini kira-kira gimana ya barang yang cocok apa, warnanya giman. Penjualnya sangat membantu banget,” ujarnya.

Nisa yang tinggal lebih dari 10 kilometer dari lokasi Nirwana Shop mengaku tidak menghalangi keinginannya untuk berbelanja. Menurutnya jarak tersebut tidak terlalu jauh karena masih lingkup dalam Kota Palangka Raya.

Nisa baru menikah dan menempati rumah sendiri bersama suami. Dengan kehadiran Nirwana Shop yang Nisa awalnya tahu dari Instagram, rumah minimalis miliknya itu diisi dengan barang-barang yang memberi kesan aestetik dan nyaman dipandang mata.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar