Kalteng Tunggu 208 Ribu Liter Minyak Goreng Subsidi dari PT. CBU

KBRN, Palangka Raya: Harga minyak goreng terus mengalami kenaikan seiring tingginya harga CPO di tingkat dunia. Harga minyak goreng dalam kemasan bantal di Palangka Raya saat ini sudah mecapai Rp 20 ribu per liter. Sementara minyak goreng premium kemasan refill paling tinggi sudah mencapai harga Rp 21-23 ribu per liter.

Salah seorang Pedagang Sembako di Pasar Besar Palangka Raya, Wahidah, mengatakan harga minyak goreng kemasan bantal produksi Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur sudah mencapai harga Rp 20 ribu, selain itu barang sulit diperoleh karena stok seringkali kosong.

“Kayaknya semua. Nggak ada yang nggak naik. Naik semua. Dari yang MM, dari yang Fortune. Dari kemasan bantal sama kemasan refill semua naik. Yang jerigen juga naik,” tuturnya kepada RRI, Jum’at (7/1/2021).

Pedagang Sembako lainnya, Rini, yang berjualan di Pasar Kahayan Palangka Raya mengatakan minyak goreng merek Bimoli dijual di harga Rp 23 ribu per liter. Menurutnya, kenaikan harga minyak goreng menyebabkan daya beli masyarakat cenderung menurun.

“Seperti kenaikan yang lumayan minyak goreng. Lumayan menurun,” ujarnya. Rini menambahkan harga minyak goreng yang terus naik membuatnya tidak selalu membeli stok untuk dijual.

Hingga saat ini di Kalimantan Tengah belum berlangsung operasi pasar minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah masih terus berkoordinasi dengan produsen minyak goreng yang ditunjuk yakni PT. Citra Borneo Utama (CBU) di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah, Aster Bonawati, melalui Kepala Seksi Bapokting Isa Maliki mengatakan jumlah minyak goreng subsidi yang diusulkan kepada PT. Citra Borneo Utama sebanyak 208 ribu liter.

“Kita masih terus koordinasi karena dengan rapat terakhir kemarin kita masih belum ada realisasi tapi kita masih lanjut untuk koordinasinya. Cuman yang ini ni sifatnya bukan langsung dari pemerintah, tapi dari kayak bentuk CSR jadi keuntungan perusahaan yang diminta supaya produsen minyak goreng itu yang melakukan operasi pasar sendiri tapi difasilitasi oleh Pemprov masing-masing,” ujarnya.

Kasi Bapokting Disdagperin Kalteng ini mengatakan nantinya penjualan minyak goreng subsidi perusahaan akan disebar ke 14 kabupaten dan kota di Kalteng. Operasi pasar minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu nantinya akan diutamakan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar