Pondok Pesantren Al-Amin Rambah Usaha Olahan Ikan

KBRN, Palangka Raya: Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengajarkan generasi muda untuk berwirausaha. Salah satunya dengan langsung melibatkan mereka menjalankan usaha. Hal itulah yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Amin Kabupaten Kapuas.

Anak-anak Pondok Pesantren Al-Amin yang duduk di bangku setingkat SMP dan SMA, belajar berwirausaha bidang perikanan. Setelah membudidaya ikan air tawar, Pondok Pesantren Al-Amin mulai memproduksi olahan ikan.

Pengurus Bagian Usaha Pondok Pesantren Al-Amin, Giarto, mengatakan anak-anak di pondok pesantren ada yang sekolah di MTS serta SMK jurusan perikanan dan farmasi. Mereka semua belajar berwirausaha dengan keterampilan mengolah produk berbahan dasar ikan.

“Ini adalah binaan BI. Dimulai dari tahun 2018 itu berupa kolam ikan lalu pembibitan telah yang 2021 ini diberikan pembinaan produk olahan ikan air tawar. Jadinya amplang lele, kerupuk lele, amplang nila, kerupuk nila, amplang patin dan kerupuk patin,” ujarnya kepada RRI saat melakukan promosi di Acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 beberapa waktu lalu di Palangka Raya. 

Giarto mengatakan usaha produk olahan ikan air tawar di Pesantren Al-Amin baru berjalan sekitar 3 bulan. Mereka menitipkan produk olahan ikan dalam kemasan di rumah-rumah makan yang ada di wilayah Kabupaten Kapuas.

"Baru sekitar 3 bulan, dari pelatihan terus kita mencari ijin produksi, sudah PIRTnya ada lalu kita sudah munculkan ini untuk produk halalnya," tuturnya.

Giarto berharap upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada anak-anak Pondok Pesantren Al-Amin mendapat dukungan. Selain agar pondok pesantren dapat mandiri, kegiatan UMKM juga menghilangkan anggapan bahwa pesantren bisa menjadi tempat diajarkannya paham radikalisme.

"Nanti lulus tidak jadi teroris tapi jadi wirausahawan. Kan identiknya itu, makanya kami membina ke bagian life skillnya, sehingga nanti tidak ada radikal atau apa-apa yang pesantren biasa saat ini kan gaungnya ini di pesantren. Untuk menghilangkan image itu supaya juga mereka tidak terjamah oleh hal-hal yang bukan dari pondok pesantren gitu," tuturnya.

Bank Indonesia memandang UMKM sebagai sumber pertumbuhan baru yg perlu dikelola dan diperhatikan kelangsungannya sesuai dengan perkembangan jaman.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang, mengatakan keberadaan UMKM di daerah ini perlu mendapat perhatian. Sebab UMKM terbukti memberikan kontribusi yg besar bagi perekonomian Indonesia. UMKM telah mampu menyerap 90 persen lebih tenaga kerja.

"Berbagai cara intinya mendorong upaya pemerintah yaitu gerakan nasional bangga buatan indonesia. Upaya lainnya dlm memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan maupun investasi lintas daerah. Pemberian bantuan teknis seperti pelatihan dan pendampingan, dan adanya himbauan dari kepala daerah pada lembaga/instansi/institusi utk menggunakan produk lokal dalam setiap kesempatan dan atau sebagai souvenir dalam kegiatan masing-masing," tuturnya.

Yudo menambahkan Bank Indonesia bersama pemerintah daerah juga mendukung agar UMKM memanfaatkan berbagai platform digital untuk memasarkan produk dan jasanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar