Gubernur Perintahkan Tarif PCR Diturunkan Sampai di Bawah Rp 300 Ribu

KBRN, Palangka Raya: Guna menghidupkan kembali jasa penerbangan, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, mengatakan sudah memerintahkan Direktur RSUD Doris Sylvanus untuk menurunkan biaya tes swab PCR.

"Saya sudah perintahkan kemarin Bu Yayu untuk menurunkan. Maksimal. Kalau perlu di bawah Rp 300 nggak jadi masalah. Nggak usah ambil untung pun nggak jadi masalah. Kapan perlu untuk menghidupkan penerbangan itu ada subsidi dari pemerintah," ujarnya usai Acara Penyerahan Bantuan Keuangan bagi Parpol, Selasa (26/10/2021).

Gubernur Sugianto Sabran mengatakan akan merapatkan kembali rencana tersebut. Menurutnya, kalau bisa harga satu kali tes PCR di bawah Rp 300 ribu. Sementara sampai saat ini, biaya tes swab PCR di RSUD Doris Sylvanus masih sebesar Rp 500 ribu.

Sebelumnya pada Senin 25 Oktober 2021, dalam siaran pers di Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Jokowi memerintahkan agar biaya swab PCR diturunkan menjadi Rp 300 ribu dan masa berlaku hasil tes menjadi 3x24 jam untuk penumpang pesawat.

Sementara itu, menurut Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut, Siswanto, jumlah penumpang harian saat ini masih fluktuatif. " Masih pada naik turun. Jadi antara 1.300-1.500 per hari. Naik atau turunnya juga tidak terlalu signifikan," ujarnya.

Pada saat sebelum pandemi Covid-19, jumlah normal penumpang di Bandara Tjilik Riwut berkisar 2.500-2.700 orang per hari.

Menurut Siswanto, diperbolehkannya penumpang rute luar Jawa&Bali yang memberlakukan PPKM Level 1 dan 2 menggunakan hasil tes Antigen belum berpengaruh signifikan terhadap kenaikan jumlah penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.

Hal ini karena tujuan utama penerbangan langsung dari dan menuju Palangka Raya yakni Jakarta dan Surabaya masih diwajibkan menggunakan hasil tes PCR sebagai syarat penerbangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00