Peternak Babi di Palangka Raya Diingatkan Cegah Penularan ASF

KBRN, Palangka Raya: Ratusan babi yang mati di Palangka Raya positif terserang African Swine Fever (ASF) atau demam babi.

Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Palangka Raya, Eko Hari Yuwono, mengatakan setelah mendapatkan hasil pengujian sampel dari Balai Veteriner Banjarbaru, pihaknya langsung melakukan penelusuran sambil sosialisasi tentang pencegahan penularan ASF.

“Jadi setelah ada hasil itu kita langsung penelurusan kasus di peternak babi kita, yang ada laporan kematian babi mendadak dengan gejala-gejala mengarah ASF. Kita udah beberapa tempat kita datangin. Selain di Mendawai, Bukit Keminting, kemudian di Petuk Ketimpun, kemudian di Hiu Putih,” ujarnya kepada RRI, Minggu (17/10/2021).

Eko Hari Yuwono mengatakan laporan kematian ternak babi di kilometer 14 Tjilik Riwut dan di kawasan Sabaru juga akan ditelusuri. Data terakhir, jumlah ternak babi yang mati mendadak di Palangka Raya sebanyak 306 ekor. Namun menurut Kepala UPT Puskeswan Palangka Raya dari laporan yang diterima jumlah ternak babi yang mati sudah mencapai 350 ekor.

Eko Hari Yuwono menekankan demam babi (ASF) tidak menular ke manusia sehingga daging babi yang akibat ASF tetap aman dikonsumsi. Namun Kepala UPT Puskeswan Palangka Raya ini mengingatkan agar limbah bekas mencuci daging babi yang terkena ASF tidak sampai mengenai ternak babi yang dalam kondisi sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, mengatakan upaya mencegah meluasnya penularan ASF di Kalteng harus dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

“Ini meskipun bukan penyakit menular kepada manusia, tapi ini cukup mempengaruhi perekonomian yang ada karena ini juga mematikan dan ini masih sangat sulit untuk diberantas. Karena dari daging olahan pun masih bisa menular,” jelasnya.

Sunarti mengatakan tingkat kematian akibat demam babi sebesar seratus persen. Untuk itu, peternak babi harus diberi pemahaman bagaimana cara mencegah penularan virus ASF.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00