ASF Terdeteksi di Kalteng, Pemprov Berencana Tutup Masuknya Babi dari Luar

KBRN, Palangka Raya: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berencana menutup keran masuknya babi dari luar daerah untuk mencegah penularan penyakit ASF (African Swine Fever) atau demam pada babi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terkait kasus ASF. 

Menurutnya, penetapan untuk menutup masuknya pengiriman babi dari luar Kalteng menunggu hasil investigasi di beberapa daerah.

"Kebetulan kemarin kita melakukan investigasi di Pahandut Seberang dan kasus pertama kali ditemukan di Desa Tuwung Kabupaten Pulang Pisau. Kalau yang di Tuwung itu sudah kita lakukan investigasi dengan Balai Veteriner Banjarbaru. Jadi Kalteng nanti akan menutup pemasukan babi dari luar," ujar Sunarti, Selasa (28/9/2021). 

Kepala Dinas TPHP Kalteng ini menambahkan meski ASF bukan penyakit yang menular pada manusia namun penyakit pada babi ini cukup merugikan perekonomian. 

Sunarti menjelaskan ASF menyebabkan babi tiba-tiba mati dengan salah satu tandanya pembuluh darah membiru. 

"Kalau kecil penularan, semakin cepat dideteksi. Sementara baru di Pahandut Seberang dan Kabupaten Pulang Pisau. Ini tim kami juga sedang melakukan di kabupaten lainnya," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00