Pemprov Kalteng Berencana Kembangkan Food Estate Zona Barat

KBRN, Palangka Raya: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berencana mengembangkan kawasan food estate zona barat di tiga kabupaten pada tahun depan.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, saat membacakan jawaban Gubernur pada Rapat Paripurna DPRD Kalteng beberapa waktu lalu.

“Untuk tahun 2022 Pemprov Kalteng akan mengembangkan kawasan Food Estate di lahan rawa pasang surut di 3 kabupaten, yaitu Seruyan, Kotim dan Katingan seluas 16 ribu hektar,” ujar Wagub.  

Wagub Edy Pratowo mengatakan pengembangan kawasan food estate integrasi peternakan sapi dengan perkebunan kelapa sawit juga akan dilakukan di Kabupaten Sukamara di lahan seluas 50 ribu hektar dan di Kotawaringin Barat seluas 900 hektar.

Wagub Edy Pratowo menambahkan untuk pengembangan kawasan food estate, tahun ini alat dan mesin pertanian sudah disediakan sebanyak 200 unit traktor roda dua dan 50 unit traktor roda 4.

Sementa itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, mengatakan rencana pengembangan kawasan food estate zona barat muncul setelah adanya imbauan dari Kementrian Pertanian agar kepala daerah mengusulkan daerah food estate selain yang sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Harapan kami ini akan muncul 3 klaster dengan luasan minimal masing-masing 10 ribu ha. Itu saya juga survey di Kotim sekitar Teluk Sampit, dan Katingan di Katingan Kuala,” tutur Sunarti kepada RRI, Kamis (23/9/2021).

Sunarti menjelaskan lokasi yang direncanakan menjadi kawasan food estate di Katingan kuala merupakan lahan pertanian eksis yang saat ini sudah ada lebih dari 10 ribu hektar dengan Indeks Pertanaman 2 kali setahun. Sedangkan di Teluk Sampit Kotawaringin Timur dan juga di Seruyan saat ini masih memiliki Indeks Pertanaman (IP) 1.

Kepala Dinas TPHP Kalteng ini menambahkan food estate zona barat juga akan mengembangkan komoditas padi selain juga integrasi sapi-sawit serta komoditas kelapa dalam.

Menyangkut pendanaan pengembangan food estate zona Barat, Sunarti mengatakan akan mengupayakan melalui tugas pembantuan maupun APBD. Karena tidak termasuk Proyek Strategis Nasional, food estate zona barat diharapkan dapat berkembang dengan APBD Kabupaten dibantu APBD Provinsi.

Kepala Dinas TPHP Kalteng mengatakan pengembangan food estate zona barat di Teluk Sampit Kotawaringin Timur sudah dimulai tahun ini di lahan seluas 2 ribu hektar. Menurutnya, paket bantuan bagi petani memang tidak selengkap Proyek Strategis Nasional food estete di Kapuas dan Pulang Pusau. Petani di Teluk Sampit Kotim baru sebatas dibantu untuk sarana produksi (Saprodi) pertanian sementara untuk olah lahan dilakukan sendiri oleh petani.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00