Curah Hujan Tinggi, Pertanian di Belanti Siam Food Estate Masih Aman

KBRN, Palangka Raya: Curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Kalteng. Namun lokasi pertanian di Desa Belanti Siam Kabupaten Pulang Pisau yang termasuk kawasan food estate tidak ikut terdampak.

Kepala Desa Belanti Siam, Amin Arifin, kepada RRI mengungkapkan saat ini petani di desanya rata-rata sudah hampir selesai masa panen. Sementara, lokasi percontohan Indeks Pertanaman 3 kali seluas 60 hektar dari Kementrian Pertanian sudah dilakukan penanaman.

“Yang lain itu prosesnya baru selesai panen. Di lokasi percontohan itu aja, yg sekarang ada tanaman padi yg kira2 usia 30 hari. Diperkirakan akhir November-Desember mereka panen,” ujarnya ketika dihubungi melalui sambungan telpon, Rabu (22/9/2021).

Kepala Desa Belanti Siam ini mengatakan tidak ada masalah dengan tingginya curah hujan saat ini. Justru menurutnya, petani bisa menampung air hujan dengan irigasi sistem pasang surut di sawah mereka.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, mengatakan keberadaan irigasi yang dibangun PUPR sangat membantu untuk mengatur aliran air.

“Alhamdulilah untuk kawasan food estate tidak ada pengaruhnya. Sampai saat ini Dadahup masih aman, belum banjir. Memang trennya setelah Barito Utara turun ke Barito Selatan nanti beberapa saat lagi akan sampai ke Dadahup. Namun demikian sampai saat ini belum, masih aman. Kemungkinan karena saluran irigasi sudah direhab oleh PU jadi kemungkinan aman. Mudah-mudahan aman,” kata Kepala Dinas TPHP Kalteng.

Sunarti menambahkan banjir yang melanda sejumlah kabupaten seperti Katingan turut berdampak terhadap kawasan hortikultura. Tanaman sayur-sayuran dan cabai di UPT Hiyang Bana Kabupaten Katingan terendam banjir.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lanjut Sunarti, banjir di Katingan juga cukup berdampak terhadap peternakan sapi. Menurutnya, sapi-sapi sementara masih aman karena bisa bertahan di kondisi berair. Namun dikhawatirkan, kondisi lahan yang terendam banjir membuat rumput untuk pakan ternak sapi lama-kelamaan menjadi habis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00