Pelaku Usaha Minta PCR Keluar Masuk Kalteng Dievaluasi

KBRN, Palangka Raya: Ketentuan negatif hasil tes PCR bagi pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara masuk dan keluar Kalimantan Tengah masih berlaku.

Ketua DPD ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia) Kalimantan Tengah, Bhayu Rama, mengharapkan pemerintah daerah dapat meninjau ulang kebijakan tersebut.

Menurutnya, aturan masuk dan keluar Kalteng wajib PCR yang sudah berlaku sejak akhir Juni lalu sangat memberatkan bagi pengusaha sektor pariwisata. Sementara di daerah lain yang sebelumnya juga memberlakukan PPKM level 4, lanjutnya, syarat PCR hanya diberlakukan bagi orang yang datang saja.

“Hal itulah yang mungkin juga berdampak pada kunjungan bisnis.  Tidak hanya wisatawan karena kegiatan wisatawan itu tidak hanya kunjungan untuk rekreasi tapi ada kunjungan bisnis juga. Jadi beberapa kolega kami juga membatalkan perjalanan ke sini. Bahkan ini memberi dampak yang baik bagi provinsi tetangga karena turunnya lebih banyak dari Kalsel,” tuturnya saat Dialog Interaktif Kalteng Menyapa.

Bhayu menambahkan meski sudah diturunkan menjadi sekitar Rp 500 ribu, namun biaya swab PCR untuk pulang dan pergi sangat memberatkan.

Sementara itu menurut Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah, Erlin Hardi, ketentuan keluar masuk Kalteng melalui jalur udara wajib PCR masih berlaku untuk mengantisipasi masuknya virus varian baru.

“Kita memahami untuk kondisi pelaku usaha dan segala macam tapi yang lebih kita pahami lagi dari sisi kesehatan masyarakat dan kita semua. Ketika kita lengah, sedikit saja kita lengah jadi blunder buat kita, lebih baik kita ketat tapi msyarakat dan semuanya aman. Dan semuanya tetap bisa berusaha,” ujarnya ketika dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Rabu (22/9/2021).

Erlin Hardi menambahkan menurunnya kasus Covid-19 tidak boleh membuat semua pihak lengah. Perjalanan jalur udara selama ini dinilai sebagai jalur masuknya virus varian baru ke Kalteng.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kalteng ini mengingatkan bahwa Kalteng baru saja keluar dari kondisi yang serba dibatasi dalam masa PPKM Level 4. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah hanya berupaya mencegah terjadinya lonjakan kasus kembali.

“Intinya adalah apa yang dilakukan itu untuk membentengi kita semua. Jangan sampai ketika ini sudah turun kita ini semacam euforia, atau apa lalu kita mengubah kebijakan yang sebetulnya ini bisa membatasi, jangan. Ketimbang kita turunkan menjadi begini nanti masuk virus baru apa nggak teler lagi kita mba. Jadi perlu kesadaran kita semua untuk menjaga,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00