Peluang Bisnis Hampers Ramadhan dan Lebaran

KBRN, Palangka Raya: Bisnis hampers menjadi salah satu peluang usaha musiman yang cukup menjanjikan jelang Lebaran. Momen Ramadhan menjadi salah satu ladang untuk mencari rezeki tambahan.

Peluang ini juga lah yang dilihat oleh seorang jurnalis di Palangka Raya, Anisa Bahril Wahdah. Bersama seorang temannya, Anisa mengembangkan usaha kecil-kecilan miliknya untuk membuat bingkisan Ramadhan dan bingkisan Lebaran.

“Awalnya itu kami memiliki usaha kecil-kecilan produk rumahan gitu. Berupa pernak-pernik atau perlengkapan untuk pernikahan. Melihat kondisi saat ini Ramadhan dan di tengah pandemi juga membatasi seseorang untuk bersilaturahmi. Jadi biasanya untuk di Kalteng khususnya Kota Palangka Raya ini kalau ada hari-hari besar seperti Natal, Ramadhan, Lebaran itu biasanya memberikan bingkisan atau kado. Akhirnya dengan modal usaha kami yang awalnya itu pernak-pernik pernikahan kami kembangkan menjadi hampers Ramadhan dan Lebaran,” tuturnya kepada RRI, Rabu (21/4/2021).

Untuk memperkenalkan dagangannya, Anisa bersama temannya memanfaatkan jejaring media sosial dan teman-teman. “Hampers Ramadhan dan Lebaran ini karena masih baru-baru memasuki awal Ramadhan kami baru mempromosikannya ke teman-teman dekat dan melalui media sosial,” tuturnya.

Anisa lebih lanjut mengatakan hampers yang ditawarkan ada 2 jenis yakni paket Ramadhan dan paket Lebaran. Untuk hampers Ramadhan berupa kue-kue untuk berbuka puasa. Sedangkan untuk hampers Lebaran disediakan paket berisi mukena, kerudung dan pernak-perniknya.

“Harganya itu kalau kerudung Rp 50 ribu. Itu karena kerudungnya yang biasa. Tetapi sesuai permintaan pemesan apabila menginginkan produk yang lebih bagus dengan mereka yang lebih mahal juga maka harga menyesuaikan,” kata Anisa.   

Anisa mengungkapkan untuk bisnis rumahan menyediakan hampers Ramadhan dan hampers Lebaran tidak terlalu banyak modal yang diperlukan.

“Sebenarnya kalau modal kan kami ngikut usaha kami sebelumnya adalah pernak-pernik pernikahan, jadi ketika kami kembangkan ke Ramadhan ini nggak tahu karena nggak dihitung karena masih ngikut dengan modal awal. Tapi kalau diperkirakan nggak sampai satu juta,” ungkapnya.

Usaha musiman yang dijalankan Anisa bersama rekannya ini tidak mendapat bantuan. Menurutnya, karena memang usahanya belum terdaftar dan masih dalam lingkup yang terbatas.

“Bantuan modal mggak ada karena kami belum mendaftarkan usaha kami. Karena ini adalah usaha pribadi yang masih berjalan di lingkungan sekitar aja. Jadi wajar belum dapat bantuan dari pemerintah,” tuturnya.

Sejak berencana menjalankan bisnis hampers Ramadhan dan hampers Lebaran, Anisa mengaku sudah punya daftar orang-orang yang akan ditawarkan produk-produknya.

“Target kami  teman-teman sekitar menyesuaikan dengan produknya. Untuk teman-teman mungkin kami tawarkan produk seperti kerudung dan pernak-perniknya. Mungkin ke orang-orang dewasa. Kalau untuk orang yang kenalannya orang-orang penting kami tawarkan paket yang lebih mahal seperti paket mukena, paket baju koko, dan parsel-parsel kue Ramadhan,” tutupnya.

Usaha hampers Ramadhan dan hampers Lebaran memang punya peluang yang cukup besar untuk mendatangkan keuntungan. Khususnya di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini dimana orang-orang tidak bisa bersilaturahmi tatap muka. Mengirimkan bingkisan berupa makanan dan minuman atau barang-barang lainnya menjadi salah satu cara untuk saling memberikan perhatian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00