Nama Bupati Kapuas Muncul Dalam Sidang Dugaan Korupsi PDAM

KBRN, Palangka Raya : Mantan Direktur PDAM Kabupaten Kapuas, Widodo menjalani sidang perkara tindak pidana korupsi dengan agenda mendengarkan keterangan beberapa saksi di PN Palangka Raya.

Sejumlah saksi dihadirkan dalam sidang tersebut, diantaranya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Safiri dan Mantan Kasubag Kasi Keuangan PDAM Kapuas Nunik.

Terdapat pernyataan menarik dari beberapa saksi, terkait disebutnya nama Bupati Kapuas dan hal tersebut juga tercantum di dalam  Berita Acara Penyidikan (BAP).

Saksi Safiri mengatakan, dirinya hanya mendengarkan cerita dari terdakwa Widodo terkait nama bupati dalam dugaan korupsi PDAM, tanpa lebih lanjut menulusuri kebenarannya.

"Saya hanya tahu dari cerita pak Widodo saja pak hakim," ucap Safiri kepada Hakim Alfon.

Widodo yang juga dihadirkan dalam sidang tersebut namun secara virtual membenarkan pernyataan dari Safiri. 

"Iya seperti yang disampaikan saksi," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmad Isnaini menegaskan, untuk saat ini pihaknya belum menemukan fakta terkait keterlibatan Bupati Kapuas dalam dugaan korupsi PDAM yang merugikan negara sekitar Rp7,4 miliar lebih.

Lantaran baik saksi Safiri dan Nunik tidak menyaksikan secara langsung karena hanya mendengarkan cerita dari terdakwa saja.

Meski demikian, diakui Rahmad Isnaini, pihaknya akan terus mendalami perkara dengan menggali pernyataan dari saksi lainnya yang akan didatangkan dua minggu mendatang.

"Sampai saat ini, kami belum melakukan pemeriksaan terhadap bupati, karena memang belum didukung bukti dan fakta lainnya. Siapa yang melihat bupati menerima uang, masih belum kami temukan," imbuhnya, Jumat (5/3/21).

Kasus dugaan korupsi ini terungkap  saat terdakwa Widodo menjabat sebagai Direktur PDAM Kapuas periode 2016-2018.

Dugaan yang disangkakan kepada terdakwa, terkait dana penyertaan modal Pemkab Kapuas untuk pengadaan perlengkapan atau peralatan sambungan air konsumen.

Namun kenyataannya, sejumlah alat  masih tersedia di gudang PDAM Kapuas sehingga tidak diperlukan lagi pembelian perlengkapan baru. 

Penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Kapuas kepada PDAM Kapuas terindikasi merugikan negara sebesar Rp7.418.444.650.

Kepada penyidik, Widodo mengaku hanya menggunakan Rp150 juta dan dalam proses penyidikan telah menitipkan pengembalian uang kerugian negara kepada pihak kejaksaan agar nantinya dikembalikan ke kas negara.

Atas perbuatannya, Widodo dijerat Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 dan subsider Pasal 3 ayat 1 jo Pasal 18 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00