BAHASA ASING DAN BAHASA DAERAH BISA DISANDINGKAN

KBRN, Palangka Raya; Bahasa sebagai identitas Bangsa merupakan alat Komunikasi dan instrumen yang digunakan masyarakat seluruh dunia dalam menjalin kerjasama berbagai bidang. Bagi masyarakat disuatu daerah, bahasa asing dapat dijadikan sebagai kekuatan untuk menghadapi dunia kerja, terlebih di era Globalisasi saat ini. Akan tetapi  bahasa Daerah sebagai salah satu aset daerah warisan budaya daerah dalam berkomunikasi, sekaligus penunjuk identitas diri, juga harus dilestarikan.

Erin Nove Natia, S.Pd yang bekerja sebagai Communication Intern in Fairventures Worldwide saat tampil dalam Obrolan Budaya Pro.4 RRI Palangka Raya, Selasa ( 02 Maret 2021) mengungkapkan Bahasa asing dan Bahasa daerah bisa disandingkan, dalam arti dimanfaatkan sesuai kondisi dan situasi.

“bahasa asing dapat menjadi peluang dan sangat diperlukan di abad ini khususnya dalam mencari pekerjaan namun akan menjadi ancaman jika  kita melupakan bahasa ibu , dan untuk pelestarian bahasa lokal tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh zaman menjadi tantangan bagi  generasi milenial untuk melestarikan bahasa daerah, misalnya saat kita bertemu dengan sesama penutur bahasa maka kita bisa menggunkan bahasa daerah kita” ungkap Erin Nove Natia, S.Pd

Erin juga menambahkan sudah seharusnya generasi milenial mengutamakan bahasa indonesia, kuasai bahasa asing dan lestarikan bahasa daerah.(Bonawati)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00