Pemerataan Guru di Kalteng

KBRN, Palangka Raya: Kalimantan Tengah masih menghadapi masalah tidak meratanya penempatan guru khususnya bagi sekolah di daerah. Banyak kasus guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) lebih menginginkan untuk bisa mengabdi di ibukota provinsi.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, mengatakan persetujuan permohonan mutasi PNS guru dilakukan secara selektif.

“Mengajukan pindah itu nanti juga melalui analisis. Kita tidak mungkin melakukan pindah kalau di sekolah itu masih kekurangan guru, harus berdasarkan pemetaan. Disdik saya minta melakukan pemetaan guru-guru,” tuturnya, Senin (1/3/2021).

Menurutnya, kebutuhan  guru yang mengampu mata pelajaran di tiap sekolah harus dipetakan. Untuk sekolah yang kelebihan guru tertentu dan tidak bisa mencukupi jam mengajar maka bisa dipindah ke sekolah yang kekurangan guru.

Sementara menurut Wakil Ketua I Pengurus Provinsi PGRI Kalimantan Tengah, Slamet Winaryo, Kalteng hingga saat ini masih kekurangan tenaga pendidik.

“Kami dari PGRI kami melihat faktanya bahwa kita ini, Indonesia khususnya di Kalteng kurang guru. Guru di kalteng ini kalau kita melihat dari tingkat SD sampai SMA sederajat hampir 19 ribuan bahkan 20 ribu,” ujar Slamet.

Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah ini, kekurangan guru selama ini ditutupi dengan keberadaan guru-guru honor atau Guru Tidak Tetap.

Slamet lebih lanjut mengatakan Guru Tidak Tetap yang selama ini diangkat oleh pemerintah daerah sesuai UU harus diangkat pusat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Guru honor yang sudah berusia 35 tahun ke atas tidak memenuhi syarat untuk menjadi CPNS, sehingga peluangnya untuk menjadi Aparatur Sipil Negara melalui PPPK. (foto: pintek.id)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00