Makan Korban, Jembatan Bernilai Sejarah Dirobohkan

KBRN, Palangka Raya : Pembangunan jembatan pengganti jembatan berusia puluhan tahun di Kecamatan Mandomai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, hingga kini masih belum jelas.

Namun, pemerintah Kabupaten Kapuas, tetap bersikukuh merobohkan jembatan bernilai sejarah tersebut dengan alasan tidak layak untuk dilintasi. 

Bukti bahwa jembatan bentang pelengkung yang terbuat dari kayu besi atau Ulin tersebut memiliki nilai sejarah sangat tinggi. Hal ini berdasarkan penuturan salah seorang tokoh masyarakat setempat, Sahaka Singgam. 

Menurutnya, jembatan tersebut dibangun pada tahun 1975 oleh arsitek dari Swiss yakni Heinz Frick dan dibantu oleh para siswa STM GKE Mandomai.

"Di sampingnya itu ada gereja bersejarah. Sekarang sudah menjadi cagar budaya. Jembatan dibangun oleh arsitek asal Swiss dibantu oleh siswa STM GKE Mandomai, pada saat itu," tambah Sahaka. 

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kapuas, Teras menegaskan, penggantinya akan segera dibangun tanpa mengubah desain yang lama, demi keamanan bersama. Kebijakan merenovasi jembatan itu pun ditambahkan Teras, dilakukan karena pernah makan korban. 

“Jembatan gantung ini dibangun baru, tetapi tidak merubah desain awal hanya saja rangka kayu ulin diganti menggunakan rangka baja,” katanya. 

Seperti diketahui, proses perobohan jembatan dilakukan pada Sabtu, 27 Februari 2021 dengan menggunakan alat berat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00