Panti Asuhan Al Mim Palangka Raya Terkendala Lahan Untuk Pelebaran Asrama

KBRN, Palangka Raya : Di tengah Pandemi covid 19 saat ini, Panti Asuhan Al Mim tetap aktif melakukan berbagai kegiatan positif dengan penerapan protokol kesehatan. Panti asuhan yang berada di tengah tengah kota Palangka Raya Jalan Semeru tersebut, merupakan salah satu Yayasan yang mengasuh , mendidik serta mensejahterakan anak yatim piatu di Kalimantan Tengah

Ketua Panti Asuhan Al Mim Waskiat Pramono Sidik mengatakan, kapasitas panti asuhan menampung anak berjumlah 45 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan, semua dalam usia sekolah dari tingkat SD serta 2 orang yang sudah kuliah di Perguruan Tinggi. Program pelajaran di panti asuhan beragam, mulai dari bela diri, fardu kifayah, menyembelih hewan kurban, rebana, dan pada siang hari mengaji di TPQ Al Mujahadah Masjid Nurul Iman.

“Selama ini kami telah berhasil mendidik anak anak, ilmu yang kita ajarkan mampu dipahami, sehingga alumni dari panti asuhan banyak yang sukses dan mandiri, tercatat  ada 2 orang yang sudah bekerja, namun masih tinggal di panti asuhan membantu kita disini,“ kata Pramono Kepada RRI Kamis (25/2/21)

Masih kata Pramono, mengurus panti asuhan memang banyak senang dibanding dukanya, dan untuk kebutuhan anak panti pihaknya tidak banyak kendala, dan aturan main sudah jelas, bagi siapapun yang datang, dilarang keras membawa benda tajam atau sejenisnya.

“Kami bersyukur, masyarakat kota Palangka Raya mempunyai kepedulian yang cukup tinggi terhadap panti asuhan, walaupun kita tidak membuat proposal ataupun mengedarkan kotak sumbangan, namun ada saja yang memberi bantuan,” katanya.

Pram menyebut, masalah yang hingga kini membelit panti asuahan adalah kesulitan mengembangkan bangunan, padahal di tengah tengah asrama cocoknya di bangun Musholla, namun terkendala lahan yang sempit, padahal antusias  masyarakat banyak yang hendak menitipkan anak anaknya,  terpaksa kami tolak karena kapasitas maksimal hanya 50 anak asuh sehingga kebutuhan fasilitas kamar tidur, mck, tidak mampu menampung.

Pihaknya berharap ada donatur yang rela mewakafkan tanahnya, untuk pengembangan panti asuhan agar lebih refresentatif, sehingga penghuni merasa saat menimba ilmu pendidikan umum dan agama di panti asuhan.

“Sebetulnya kita pernah membuat usulan kepada pemerintah, baik kota dan provinsi perihal rehap bangunan panti, namun sampai sekarang tidak ada respon, barangkali dananya terbatas, padahal amal jariah sangat besar, bila harta dibelanjakan di jalan Allah, salah satunya untuk pembangunan panti asuhan,” tandas Pramono.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00