Penyembuhan Trauma Anak Dampak Kekerasan Dan Melihat Kasus Pembunuhan, Memerlukan Waktu Lama

KBRN, Palangka Raya : Komisi Perlindungan Anak Kalimantan Tengah prihatin dengan maraknya kekerasan menimpa anak dan perempuan, terbaru suamu membunuh istri dihadapan anak kandung, tentu dampaknya menimbulkan trauma berkepanjangan..

Ketua Komisi Perlindungan Anak Kalimantan Tengah Setio Hidayati mengatakan, untuk mencegah jumlah kekerasan terhadap anak terus meningkat, sejauh ini sosialisasi sangat sering disampaikan pemerintah kepada masyarakat di sejumlah tempat, seperti tingkat Kecamatan sampai kepada tingkat Kelurahan, tetapi seringkali luput dari sasaran, untuk itu diperlukan sinergi antara berbagai pihak terkait terutama lewat bantuan tokoh agama.

“Diharapkan melalui peran mereka, dapat memberikan penekanan ilmu rohani kepada seluruh lapisan masyarakat sesuai keyakinan yang dianut, bahwa tindakan kekerasan kepada perempuan dan anak adalah melanggar hukum, juga kepada pemerintah penegakkan hukuman berat salah satunya kebiri terhadap pelaku kejahatan, harus benar benar diterapkan, agar memberikan efek jera tidak mengulangi perbuatan yang sama,” kata Setio kepada RRI Kamis (25/2/21)

Sementara itu di tempat terpisah Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Kalimantan Tengah Kumala Widyawati menyayangkan, telah terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan, hingga menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menurutnya pelanggaran kdrt berat.

“Pelakunya harus ditindak tegas sesuai peraturan hukum berlaku, karena telah menghilangkan nyawa, kemudian anak kandung alami trauma berat,” katanya

Menyikapi penanganan trauma yang dialami anak pasca melihat langsung kasus pembunuhan, menurutyaya tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang, tetapi harus didampingi seorang psikolog berpengalaman yang biayanya dibebankan kepada pemerintah, sebagai salah satu bentuk nyata hadir di tengah masyarakat yang sedang dilanda kesulitan.

Disamping Psikolog, Pengurus PUSPA Kalteng juga bisa dilibatkan, pasalnya selama ini telah memiliki pengalaman mendampingi sejumlah anak korban kekerasan.

“Biasanya diajak bermain sambil refreshing, agar ingatan terhadap perkara yang dialami dan dilihat,hilang secara perlahan, dan untuk penyembuhan tersebut memerlukan waktu berbulan bulan,” bebernya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00