Musim Hujan Ganggu Persiapan Benih di Lokasi Food Estate

KBRN, Palangka Raya: Curah hujan yang cukup tinggi mempengaruhi produksi padi di lokasi percontohan (Demfarm) kawasan Food Estate. Padahal, hasil panen di lahan seluas 2 ribu hektar di Pulang Pisau dan Kapuas sebagian besar dialokasikan untuk benih di kawasan food estate periode selanjutnya.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah, Syamsuddin, mengatakan hujan yang disertai angin membuat banyak padi rawa yang rebah. Padahal padi yang ditanam sekitar 700 hektar di Belanti Siam Pulang Pisau, dialokasikan untuk benih.

“Jadi kita tidak bisa pungkiri karena kesiapan untuk pengering itu terbatas dan itu sangat mempengaruhi kualitas beras, apalagi untuk dijadikan benih nggak bisa. Jadi habis panen kalau tidak langsung dikeringkan itu hampir dipastikan, 2-3 hari saja tidak dijemur, itu sudah merusak embrio benih. Sehingga itu sangat terbatas kira-kira untuk bisa dijadikan benih di belanti, tapi kita upayakan bisa selamat banyak,” ujarnya kepada RRI, Senin (25/1/2021).

Sementara itu penyiapan benih padi di Bataguh Kabupaten Kapuas sekitar 5 ratus hektar. Menurut Kepala BPTP Kalteng, panen di Bataguh diperkirakan berlangsung setelah musim hujan reda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00