FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Pengamat : Hoax Anti Vaksin Bisa Kacaukan Persepsi Masyarakat

KBRN, Palangka Raya : Gerakan vaksinasi yang digalang oleh pemerintah RI selain juga menimbulkan pro kontra namun juga dihinggapi informasi dan berita palsu yang mengacaukan persepsi di masyarakat. Banyak bertebaran informasi sesat dan tidak bertanggung jawab vaksin memiliki dampak yang merugikan bagi kesehatan masyarakat. Padahal faktanya, informasi ini sangat jauh dari kebenaran dan menyimpang dari prinsip kesahihan informasi dan kejujuran alias hoax.

Kepada RRI, seorang pengamat kebijakan publik, Jovano Palenewen , Kamis (21/01/2021) menyebut, gerakan anti vaksin terus menebar disinformasi dan mengacaukan realita dan persepsi di benak masyarakat. Disinformasi ini memang sengaja diciptakan untuk meniupkan ketidak percayaan, keraguan, kekawatiran hingga ketakutan baru di pikiran dan perasaan khalayak. Akibatnya persepsi masyarakat yang semula memiliki pandangan yang terarah dan rasional menjadi simpang siur dan penuh kecurigaan. Parahnya lagi disinformasi ini dipercaya sebagai fakta baru dan akhirnya merubah kesimpulan dan sikap berperilaku di masyarakat.

“Jika dibiarkan , malah yang ada , masyarakat akan takut kepada gerakan vaksinasi karena dipercaya menimbulkan masalah baru,” jelasnya.

Sementara itu seorang pengamat sosial Universitas Palangka Raya, Marvin mengungkap, hoax anti vaksin ini mudah dan cepat sekali menyebar di media sosial. Diperparah dengan kemampuan bernalar dan literasi untuk memastikan hoax masih lemah dimiliki masyarakat. Akibatnya disinformasi ini akan cepat sekali dipercaya dan memperdayai masyarakat sendiri. Untuk itu ia memang pemerintah perlu memiliki instrument tersendiri agar masyarakat itdak mempercayai berita bohong itu.

“Seperti keputusan untuk tidak dilayani perijinan , pembuatan KTP dan sebagainya jika menolak diberi vaksin,” jelasnya.

Gerakan vaksinasi memang tidak semulus yang direcanakan. Hanya saja perlu keseimbangan dalam penyebaran informasi terlebih di media sosial agar kesimpang siuran tidak menjadi jadi. (NATA).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00