Bea Cukai Palangka Raya Musnahkan Dua Senjata Api dan Barang Hasil Penindakan Lainnya

KBRN, Palangka Raya: Sebanyak dua pucuk senjata api dimusnahkan bersama barang hasil penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Palangka Raya pada Rabu (02/12/2020).

Kepala KPPBC TMP C Palangka Raya, Indra Sucahyo, mengatakan senjata revolver merk Taurus keluaran tahun 1985 tersebut dimusnahkan karena sudah dalam kondisi rusak berat. Cara pemusnahan dilakukan dengan cara dipotongg-potong. Selanjutnya, barang hasil sitaan selama tahun 2020 yang juga dimusnahkan yakni Sigaret Kretek Mesin (SKM), tembakau iris, e-liquid untuk rokok elektrik, minuman mengandul etil alkohol serta obat-obatan.

“Yang pertama hasil tembakau berupa SKM jumlah kemasan 3.532 bungkus, jumlah batang 70.642. Pelaksanaan pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar. Kemudian tembakau iris 2,3 kg. Pelaksanaanya sama yaitu dibakar,” ujar Kepala KPPBC TMP C Palangka Raya saat konferensi pers.

Dijelaskan Kepala KPPBC TMP C Palangka Raya, E-liquid untuk rokok elektrik yang dimusnahkan sebanyak 95 botol atau 7,82 liter. Sementara minuman mengandul etil alkohol sebanyak 86 botol atau 61,92 liter dan obat-obatan sebanyak 5 strip atau sebanyak 53 butir.

Indra Sucahyo menjelaskan total nilai barang yang dimusnahkan sebesar Rp 144.360.747. Sementara, dari hasil penindakan KPPBC TMP C Palangka Raya berhasil menambah penerimaan negara dari pengenaan sanksi administrasi kepada pelanggar sebesar Rp 169.466.000.

Pelaksanaan pemusnahan barang-barang ilegal oleh bea cukai Palangka Raya disambut baik perwakilan Kementrian Keuangan RI di Kalimantan Tengah. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Tengah, Ratih Hapsari Kusumawardhani, mengatakan sudah menjadi tugas bea cukai sebagai pengumpul penerimaan negara untuk memusnahkan barang yang tidak terdaftar atau ilegal.

“Jadi saya menyambut baik karena tugas ini sudah dilaksanakan dengan baik apalagi dalam kondisi sekarang dimana negara itu sangat memerlukan penerimaan cukai yang sesuai ketentuan, pajak juga turun, penerimaan pajak turun pengeluaran negara bertambah. Jadi hal-hal seperti ini penting sekali dilakukan untuk memberikan treatment kepada masyarakat bahwa hal ini yang ilegal itu jangan lah sudah nggak usah dilakukan lagi,” ujarnya kepada RRI.

Menurutnya, penerimaan negara dari hasil sitaan barang-barang ilegal tersebut lumayan besar dan diharapkan dapat memberi efek jera bagi oknum tertentu agar tidak lagi mengedarkan barang-barang ilegal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00