Ritual Adat di Kalteng Kerap Disusupi Pelaku Perjudian

KBRN, Palangka Raya : Acara ritual adat dan keagamaan kerap disusupi oleh segelintir oknum untuk mencari keuntungan dengan menggelar aksi perjudian. Hal ini tentu menjadi polemik di kalangan masyarakat di Kalimantan Tengah. Pasalnya, ada yang mengangap bahwa judi merupakan bagian dari tradisi dan budaya.

Anggapan tersebut tentu dibantah keras oleh tokoh adat sekaligus Ketua Harian Dewan Adat Kota Palangka Raya, Mambang Tubil. Menurut Mambang, aksi perjudian merupakan tindak pidana yang tidak sesuai dengan norma agama dan masyarakat karena efek negatif ditimbulkan juga bertentangan dengan nilai-nilai adat yang menjunjung tinggi kebaikan dan kebenaran.

Mambang pun menduga beberapa segelintir orang mencoba menggiring opini bahwa perjudian  merupakan bagian dari budaya dan tradisi, padahal tidak lah demikian lantaran tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

"Itu ulah oknum yang mengambil kesempatan. Sesungguhnya perjudian tidak diperkenankan hadir di dalam ritual adat karena bukan tradisi, jadi bukan budaya leluhur," tambah Mambang, Rabu (2/12/20).

Ditambahkan Mambang, dalam melestarikan budaya, masyarakat perlu selektif. Alasannya, tidak semua budaya dapat dilestarikan. Tentu lanjut Mambang, bisa dilihat dari sisi kepercayaan, apakah sesuai dengan keyakinan yang dianut ataukah tidak.

Sementara itu di tempat terpisah, Pengamat Hukum yang juga Pengacara di Kalimantan Tengah, Parlin Hutabarat sepakat, jika perjudian merupakan aksi pidana yang harus ditindak tegas.

Namun ada beberapa oknum yang menyusup, ketika digelar acara adat maupun keagamaan, sehingga tidak semerta merta mengedepankan hukum positif. Bisa dengan melakukan sinergi antara pihak kepolisian dengan perangkat adat, agar tidak menimbulkan ketersingungan.

"Pendekatan yang dilakukan oleh aparat di Kalimantan Tengah terhadap masyarakat pelaku adat sudah cukup sempurna, tapi jadi permasalahan saat ini, masih ada pembiaran aksi yang mengarah terhadap perjudian, padahal sudah dibuat ketentuan. Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan merusak citra adat dan budaya itu sendiri," imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00