Kesadaran Masyarakat Masih Kurang, 1.500 Lebih Warga Kalteng Terindikasi HIV/AIDS

KBRN, Palangka Raya : Tren kenaikan jumlah penderita HIV/AIDS meningkat. Bahkan di Kalimantan Tengah, total positif terdeteksi mencapai 1.501 terdiri dari 962 orang menderita HIV dan 539 orang AIDS.

Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kalimantan Tengah, Rusini Anggen, kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es. Ribuan kasus tersebut hanya muncul dipermukaan. Oleh karena itu dirinya menduga, terdapat lebih dari 40 persen tidak terdeteksi karena tidak tahu sudah tertular atau malu

Rusini menjelaskan, dari satu  penderita saja bisa berpotensi menularkan kepada 150 orang. Sehingga hal ini menjadi peringatan bagi suami, harus setia kepada istri-istrinya di rumah dan laki-laki bujangan agar tidak jajan sembarangan. 

"Tes HIV/AIDS itu akan gratis apabila diserahkan kepada KPA. Kita juga ditargetkan penanganan oleh pemerintah pusat sebanyak 2.700 orang. Sehingga diharapkan tahun 2030 Indonesia bebas penderita baru HIV/AIDS bisa tercapai," tambah Rusini. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Tengah, Kun Anang, Rabu (2/12/20), tidak menampik, kesadaran masyarakat terhadap penularan HIV-AIDS masih rendah, bahkan masih banyak yang menolak melakukan tes. 

Dibeberkan Anang, kesadaran dalam melakukan tes hanya pada kelompok-kelompok tertentu, itupun untuk pemeriksaan status harus diingatkan secara berulang kali. 

Saya mengajak masyarakat terutama berisiko dan rentan, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena hasil yang didapatkan oleh petugas kesehatan, akan selalu terjaga kerahasiaannya," imbuh Anang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00