ODHA di Kalteng Masih Rahasiakan Statusnya Kepada Masyarakat

KBRN, Palangka Raya : Stigma negatif masih melekat pada penderita HIV/AIDS di tengah masyarakat. Akibatnya, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih dijauhi. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan. 

Menurut pengamat penyakit menular HIV/AIDS yang juga Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Tengah Kun Anang, kepada RRI, untuk saat ini semua orang harusnya sudah paham bagaimana penularan nya, sehingga ODHA tidak perlu dijauhi atau dikucilkan dari lingkungan. 

"Peringatan hari HIV/AIDS sedunia yang jatuh 1 Desember saat ini, kami tetap berkomitmen dalam pendampingan dengan  menggandeng sejumlah komunitas untuk melakukan diskusi tentang upaya penanganan dan pencegahan dan tentunya mendorong masyarakat rentan tertular untuk segera melakukan tes HIV/AIDS agar bisa segera ditindaklanjuti," tambah Kun Anang, Selasa (1/12/20).

Sementara itu, di tempat terpisah, salah seorang ODHA di Palangka Raya berinisial QL, membeberkan, dirinya terinfeksi HIV/AIDS sejak tahun 2004 karena pergaulan yang dinilainya sangat salah dan jangan sekali-kali diikuti oleh generasi muda saat ini.

Meski demikian, QL mengakui, bisa beraktivitas seperti orang normal biasa, berkat dukungan masyarakat dan keluarga. Namun QL masih berat memberitahukan tentang statusnya itu secara terang-terangan dikarenakan kondisi masyarakat di Kalimantan Tengah agak berbeda dengan wilayah lainnya dalam menanggapi serta bergaul dengan ODHA seperti dirinya.

"Kalau di masyarakat, tidak ada masalah mas. Tapi untuk saat ini memang saya tidak terlalu terbuka dengan status saya saat karena kondisi di Kalimantan Tengah ini sepertinya berbeda dengan di wilayah lain dalam menyikapi ODHA," tuturnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00