Lima Daerah Zona Merah Peredaran Narkoba

KBRN, Palangka Raya : Lima Kabupaten dan Kota di Kalimantan Tengah, masuk zona merah peredaran narkoba.Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng, Brigjen Pol Edi Swasono, kelima daerah itu Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, Katingan dan Kota Palangka Raya.

Dikatakan Edi, status zona merah diberikan sesuai jumlah kasus pengungkapan, baik yang dilakukan oleh BNNP maupun Polda Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir. 

Dijelaskan Edi, seperti misalnya di Kabupaten Katingan terdapat Lapas khusus narkoba. Sehingga secara logika, banyak penghuninya para marketing, bandar dan pengguna. Bahkan di Lapas sendiri diduga digunakan untuk peredaran juga. 

"Seperti Lapas narkoba di Kasongan, pasti disitu ada pengedar, marketing, bandar serta pemakai. Bahkan diduga ada jaringan dan ada pengungkapan," tambah Edi, Selasa (1/12/20).

Sementara itu di tempat terpisah Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Bonny Djianto menegaskan, jika Polda terus konsisten dalam memberantas peredaran narkoba di Kalimantan Tengah.

Dengan nyata lanjut Bonny, para tersangka akan dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar serta hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup atau mati dan denda Rp10 miliar, apabila terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba. 

"Kami konsisten melakukan pengungkapan. Informasi dari teman-teman wartawan juga sangat penting. Saya berterimakasih juga kepada wartawan. Dalam sebulan ini aja sudah sekitar tiga kali," ungkapnya. 

Seperti diketahui, baru baru ini, baik BNNP maupun Polda Kalimantan Tengah berhasil mengungkap peredaran narkoba jaringan Lapas, baik di Kasongan dan Palangka Raya, dengan total sekitar lima tersangka yang hingga kini masih dalam proses pengembangan kasus. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00