Kalteng Perlu Perda yang Mengatur Hewan Peliharaan dan Ternak

KBRN, Palangka Raya: Hewan peliharaan dan hewan ternak yang berkeliaran secara bebas kerap menjadi permasalahan di lingkungan sosial. Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing yang berkeliaran bahkan tidak jarang membahayakan pengguna jalan.

Pengelola Rumah Singgah Anjing Terlantar Palangka Raya, Testi Priscilla, menilai Peraturan Daerah Kota Palangka Raya yang mengatur pemeliharaan ternak belum efektif. Menurutnya, masih ada sejumlah kasus penelantaran hewan peliharaan bahkan hewan peliharaan yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan berlalu lintas.

“Sekarang yang Pemko sudah punya Perda itu belum efektif sih sepertinya. Karena kan di Perda itu ada pembatasan jumlah, misalnya pemilik anjing hanya boleh memelihara 3 anjing misalnya itu kan ada di Perda sebenarnya sudah. Terus kalau pelihara anjing harus dikandang atau minimal diikat,” ujar Testi kepada RRI, Senin (23/11/2020).

Testi mengatakan sebagian besar warga masih memelihara anjing dengan tidak dibuatkan kandang atau diikat serta dibiarkan berkeliaran. Bahkan ada yang tidak terurus dan akhirnya menjadi terlantar serta berakhir di rumah singgah sebelum ada orang yang mengadopsi.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing, Pemda Kalteng maupun pihak dewan perlu membuat Raperda yang mengatur pemeliharaan hewan ternak agar tidak mengganggu ketertiban umum.

“Karena memang tidak ada aturan yang mengaturnya dengan jelas. Saya kira Perda sangat dibutuhkan untuk itu, supaya nanti keamanan berlalu lintas itu terjaga, bayangkan kalau kita nabrak anjing pakai motor, bisa jadi korban manusia,” ujarnya.

Duwel Rawing menyebut bukan hanya hewan peliharaan seperti anjing atau kucing yang dapat mengganggu kenyamanan bahkan keselamatan warga, namun hewan ternak seperti babi yang dikembangbiakan di pemukiman juga kerap mengganggu.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng ini mengaku perlu ada aturan yang jelas dalam bentuk Perda khususnya mengatasi masalah yang selama ini kebanyakan terjadi di daerah perdesaan. (foto: kompasiana)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00