Promosi Kebudayaan lewat Pementasan Seni Pertunjukan Virtual

KBRN, Palangka Raya : Pergelaran seni dan budaya pada masa pandemi Covid-19, bukan berarti semua kegiatan semua tidak dilakukan. Setiap kegiatan seni dan budaya tetap bisa berjalan, asalkan memenuhi standar protokol kesehatan yang ditetapkan. 

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalimantan Tengah Guntur Talajan, oleh karena itu, pergelaran seni dan budaya ini harus melakukan inovasi dan merubah tata cara penyelenggaraan pertunjukan. 

Perubahan yang harus dilakukan bukan harus menggelar pertunjukan langsung, tetapi juga bisa dilakukan dengan virtual. Seperti halnya yang kini banyak dilakukan oleh berbagai sektor, seperti pendidikan hingga rapat-rapat penting.

Ditambahkan Guntur, pelaku seni dan budayawan bisa berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19, dimana didalamnya meliputi berbagai instansi, apabila ingin menggelar seni pertunjukan. 

"Selain pembatasan jumlah orang dan merubah metode pertunjukan menjadi virtual, upaya lain bisa menggelar seni pertunjukan di lapangan luas dan terbuka seperti di Taman Budaya," tambah Guntur. 

Sementara itu, Kepala UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Suraji menyebut, semenjak taman budaya kembali dibuka untuk umum, pargelaran seni pertunjukan bisa disaksikan langsung tanpa melalui virtual. Salah satunya pertunjukan kuda lumping. 

Meski kini sudah diperbolehkan kembali pementasan, lanjut Suraji,  harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan pembatasan  pengunjung dan pelaku seni sebanyak 50 persen. 

Suraji berharap semua elemen masyarakat memaklumi dan menyadari langkah pembatasan  pementasan. 

"Bahkan, kami terus mengajak kepada semua warga untuk menjaga protokol kesehatan, karena pandemi Covid-19 ini belum sepenuhnya usai," imbuhnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00