Jalan Nasional Rusak Parah, Perlu Tambah Jembatan Timbang

KBRN, Palangka Raya : Beberapa titik ruas Jalan Trans Kalimantan yang dikelola oleh provinsi maupun nasional di Kalimantan Tengah rusak parah. Bahkan ada beberapa yang susah untuk dilewati apabila musim hujan melanda, lantaran aspal terkelupas mengakibatkan jalan menjadi becek dan mengakibatkan amblas. Seperti ruas jalan menghubungkan antara Kota Palangka Raya dan Tumbang Talaken di Kabupaten Gunung Mas.

Tidak hanya itu saja, ruas jalan Palangka Raya-Banjarmasin juga di beberapa titik mulai berlubang. Hal ini diduga dikarenakan karena kerap dilintasi oleh angkutan bermuatan melebihi dari 8 ton.

Peran jembatan timbang di Kabupaten Kapuas untuk mencegah kendaraan besar dengan muatan lebih melintas sangatlah efektif guna meminimalisir jalan semakin bertambah rusak.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt)  Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah Yulianto Dedi kepada RRI, Senin pagi, saat ini di Kalteng terdapat dua jembatan timbang yang masih aktif, seperti Kabupaten Kapuas dan Barito Timur. Semuanya posisinya di perbatasan dengan Provinsi Kalimantan Selatan.

Yulindra mengakui, seharusnya Kalteng memiliki jembatan timbang di lokasi Kotawaringin, mengingat jumlah mobilisasi angkutan besar sangatlah tinggi, sehingga dari kementerian perhubungan telah melakukan pengecekan di sekitar Simpang Runtu karena wilayah tersebut nantinya akan dibangun jembatan timbang baru.

"Sudah ada pengecekan oleh Kementerian Perhubungan di Simpang Runtu, lokasi sudah siap, tinggal pembangunannya. Sementara untuk mencegah pelanggaran angkutan yang melebihi tonase, pihak Dishub bekerjasama dengan Polda Kalteng dalam hal penindakan. Kalau ditemukan pelanggaran di jembatan timbang, pasti kami proses sesuai aturan," tambah Yulindra, Senin (26/10/20).

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Salahhudin menjelaskan, pengerjaan dan pemeliharaan jalan tahun 2020 menggunakan anggaran tahun jamak atau multiyears. Dari total jalan provinsi sepanjang 1.272 kilometer, ditargetkan jalan bisa fungsional sekitar 70 persen.

Salahhudin juga menyebut, pagu anggaran proyek multiyears sebesar Rp700 miliar dengan jumlah tersebut yang akan ditangani efektif sekitar 140 kilometer saja dan untuk tahun 2020 dibayarkan 20 persen.

"Sisanya di tahun 2021, ada 80 persen dengan status jalan yang dikerjakan dengan dana multiyears kontrak  strategis provinsi tersebar hampir di semua daerah. Cara satu-satunya dengan multiyears ini karena kita tidak ada dana," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang sopir Bus Damri, Edy menyayangkan ada beberapa ruas jalan masih belum tersentuh perbaikan sejak lama. Dengan kondisi yang masih berlobang dan rawan amblas, tentu akan menghambat kemajuan daerah.

Dirinya pun menceritakan pengalaman ketika menghadapi kondisi jalan yang menanjak ke atas namun sejumlah truk terjebak di jalan amblas di ruas menuju Tumbang Talaken, sehingga mengakibatkan antrian panjang.

"Itu titiknya, padahal dekat aja kalau melewati jalan rusak itu. Tapi harus mutar. Daripada antre lama dan lambat sampai," imbuhnya.

Menurut Edy, mau tidak mau ia harus memutar belasan kilometer dengan melintasi perusahaan sawit agar penumpang bisa sampai tepat waktu.

Apabila harus menunggu antrean tersebut ditambahkan Edy, pihaknya akan sampai pada malam hari dan bukan tidak mungkin ikut bermalam bersama pemilik truk yang amblas di lokasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00