Akademisi : Masyarakat Jangan Gaduhkan Halal-Haram Covid 19

KBRN, Palangka Raya : Pemerintah RI kini sedang mengambil ancang ancang untuk nantinya menggeber gas melakukan vaksinasi masal covid 19. Rencananya vaksin akan diproduksi massal pada bulan Desember dan akan dilakukan penyuntikan pada Januari 2021 mendatang. Namun ide vaksinisasi ini masih terganjal masalah persoalan halal dan haram soal realisasinya. 

Kepada RRI, seorang akademisi Universitas Palangka Raya, Suprayitno, Kamis (22/10/2020) mengungkap tujuan pemerintah mengupayakan vaksinasi adalah demi proteksi dan jaminan kesehatan bagi warganya. Jika vaksin sudah akan diproduksi massal tentu hal ini sudah melalui pengujian dan tahapan yang mengutamakan keamanan vaksin tanpa efek samping. Ia berpandangan sebaiknya masyarakat tak perlu menggaduhkan  faktor kehalalan produk vaksin tersebut karena di masa darurat ,  kepentingan menyelamatkan jiwa secara massal tentu akan dikedepankan.

“Walaupun di satu sisi, pemerintah juga harus terus memberikan penjelasan, argument dan juga edukasi vaksin tersebut tanpa efek samping dan juga tidak memiliki kandungan yang tidak sejalan dengan agama tertentu,” jelasnya.

Sementara itu di satu sisi, seorang Ketua MUI Kota Palangka Raya, Zainal Arifin menyambut baik hadirnya vaksin covid 19. Hanya saja pemerintah perlu terus memberikan kejelasan bahan yang terkandung dalam vaksin covid 19 tersebut. Pemerintah harus memberi rasa tenang dan aman kepada masyarakat soal kandungan vaksin tersebut.

Pada akhirnya upaya vaksinasi covid 19 ini perlu dipahami sebagai upaya untuk membentengi kesehatan masyarakat dari pandemic covid 19. Walau demikian, kontroversi apapun di balik covid 19 ini harus disikapi dengan cerdas dan bijaksana demi kemaslahatan orang banyak. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00