Sistem Daring Di Pelosok Kateng, Sulit Diterapkan

KBRN, Palangka Raya : Sistem  pembelajaran melalui daring untuk semua jenjang sekolah sudah berlangsung hampir 7 bulan sejak pandemi covid melanda Indonesia, namun tingkat efektifitasnya mulai dipertanyakan dan perlahan mengalami kendala, terutama daerah blang sinyal jaringan telekomunikasi.

Hal ini diungkapkan Salah Satu Akademisi Universitas Palangka Raya Saifullah Darland. Menurutnya, sistem daring hanya bisa diterapkan di daerah perkotaan, sedangkan daerah pelosok kalteng kurang efektif.

“Karena sebagian wilayah di kalteng penyebaran jaringan telekomunikasi belum merata, hal ini memaksa tenaga pendidik harus menepuh jarak puluhan kilometer dari desa, guna memperoleh jaringan internet,” kata Darlan kepada RRI Rabu (21/10/20)

Disamping sulit diterapkan masyarakat pelosok, beban biaya pembelajarn sistem daring cukup besar, otomatis menambah beban masyarakat

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Mofit Saptono mengajak seluruh masyarakat, dapat berinovasi dalam mendapatkan materi pelajaran, karena banyak cara yang ditempuh guna menyiasati ketinggalan maat pelajaran seperti mendengarkan siaran Radio Republik Indonesia lewat program belajar di RRI dan guru keliling, terutama di daerah pelosok Kalteng.

“Siaran RRI dipastikan dapat menjangkau area blang spot, meski tak dapat dapat dipungkiri, sistem tatap muka lebih disukai peserta didik daripada daring, dan materi yang disampaikan 75 persen mampu diterima, sehingga daerah zona hijau sebagian sudah menerapkan sistem tatap muka,” kata Mofit

Mofit menghimbau seluruh tenaga pendidik dapat bersabar menunggu arahan dari pemerintah pusat mengenai sistem pembelajaran tatap muka, karena menurut rencana mulai tahun depan sudah ada titik terang terkait sistem pembelajaran, seiring vaksin covid 19 yang saat ini sedang dalam proses uji klinis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00