Ada Andil Warga Binaan Kemenkumham Dalam Peningkatan Jumlah Peredaran Narkoba di Kalteng

KBRN, Palangka Raya : Peningkatan jumlah penderita Covid-19 dibarengi dengan maraknya peredaran narkoba. Hal tersebut dikatakan oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo. 

Menurut orang nomor satu di lingkup Korps Bhayangkara Bumi Tambun Bungai ini, beberapa waktu lalu, jajarannya berhasil mengungkap peredaran barang haram di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 6 kasus dengan  8 tersangka bersama 502,62 gram barang bukti sabu kemudian di Kabupaten Kapuas 1 kasus dengan 17,17 gram sabu.

Selanjutnya Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 1 kasus 1 orang tersangka dengan barang bukti 86,37 gram serta Kota Palangka Raya terdapat 6 kasus dengan 7 tersangka bersama sabu seberat 792,77 gram.

“Seluruh tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sasaran edar masih sama, yakni di area perkebunan dan pertambangan," tambah Kapolda, akhir pekan ini. 

Dalam mengungkap peredaran narkoba ini diakui Dedi, tidak lepas dari peran BNNP Kalteng dan Kanwil Kemenkumham karena masih ada narapidana yang memasok narkoba terutama dari jaringan Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Dedi membeberkan, peredaran narkoba cukup tinggi  di Kabupaten Kotim, lantaran berdekatan dengan laut, sehingga memudahkan bandar besar memasok langsung dari luar Kalteng. 

Sementara itu, Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Edy Swasono menegaskan, pihaknya memiliki strategi lain guna meminimalisir jumlah peredaran di Kalteng. Salah satunya merehabilitasi pengguna dan mengurangi jumlah suplai narkoba

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang akan membantu membangunkan tempat rehabilitasi bagi para pengguna narkoba tersebut," tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00