PDAM Pasang Gratis 550 Pipa Di 5 Kecamatan Palangka Raya

KBRN, Palangka Raya : Untuk mengakomodir kebutuhan air bersih terhadap ratusan warga tidak mampu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palangka Raya, mengadakan program pemasangan sambungan pipa ledeng gratis yang tersebar di 5 Kecamatan baik Pahandut, Jekan Raya, Sebangau, Bukit Batu dan Rakumpit.

Direktur PDAM Kota Palangka Raya, Budi Harjono mengatakan, tahun depan,  Pemerintah Kota Palangka Raya mendapat bantuan dana hibah dari Kementerian PUPR sebesar Rp 1,5 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk kegiatan operasional dan pembelian peralatan pemasangan pipa sebanyak 550 titik, yang semuanya tersebar di 5 Kecamatan se Kota Palangka Raya.

Ia  menyebut, saat ini sebaran pelanggan PDAM terbesar di kota Palangka Raya masih ditempati Kecamatan Jekan Raya kemudian Pahandut, sedangkan untuk Kecamatan lainnya seperti Bukit Batu, Rakumpit dan Sebangau jumlahnya standar, total pelanggan sampai saat ini mencapai 15 ribu lebih.

"Kita gratiskan program ini, karena ada subsidi dari Pemerintah, kalau pemasangan umum mencapai Rp 1 juta lebih, mumpung kesempatan masih terbuka, maka masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih bisa mendaftarkan diri,” kata Budi kepada RRI Selasa (13/10/20)

Untuk diketahui, program ini berlaku sampai akhir tahun 2020, diharapkan warga segera mengajukan diri ke kantor PDAM terdekat jalan Ahmad Yani, dengan membawa syarat seperti foto copi KTP, foto rumah, denah lokasi, dan kriteria khusus lainnya yaitu masyarakat berpenghasilan rendah, rumah sederhana, daya listrik maksimal 1300 VA. Selama persyaratan tersebut sudah terpenuhi, maka petugas langsung mendatagi ke rumah dan melakukan pemasangan ledeng.

Di tempat terpisah, salah satu warga kota Palangka Raya Yandi Novia menyambut baik adanya program pemasangan ledeng gratis dari PDAM sebanyak 550 titik, mengingat masih ada masyarakat yang belum mendapatkan kebutuhan air bersih secara layak, seperti contohnya terdapat di perumahan padat penduduk kecamatan pahandut, lantaran pada saat ngebor ingin mendapatkan air tanah kurang dalam, sehingga airnya masih berbau.

"Sesuai dengan kriteria yang diminta, penjaringan berkas oleh PDAM, benar benar selektif dilakukan, hal ini guna menghindari salah sasaran, apalagi dana hibah dari Kementerian PUPR memang diperuntukka bagi warga yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih diperparah dengan dampak covid 19, masyarakat banyak alami kesulitan ekonomi," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00