Belum Ada Larangan Scuba di Kalteng, Pedagang Masker Hanya Pasrah Jika Dilarang

KBRN, Palangka Raya : Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pelarangan penggunaan masker scuba atau buff karena berbahan kain elastis sehingga tidak aman untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Faktor risiko penggunaan masker scuba ini pun ramai beredar di sosial media.  Hal tersebut membuat resah para pedagang masker di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Seperti salah seorang pedagang masker eceran, Midan, Minggu pagi.

Kepada RRI, bapak tiga ini mengaku, salah satu sumber penghasilan saat ini hanya dari berjualan masker. Tapi diakuinya, lebih banyak menjual jenis scuba ketimbang kain dan juga standar medis.

Meskipun belum ada pemberitahuan larangan secara terbuka penggunaan masker scuba oleh pemerintah. Hal ini tetap membuat Midan merasa was-was.

"Kalaunya buat aku setuju aja pang. Buat kebaikan kita bersama juga lah. Jadi apabila semuanya baik, kami enak juga jualan sehari-hari," ucap Midan, Minggu (27/9/20).

Midan menambahkan, dirinya hanya menjual masker scuba dengan harga Rp10 ribu. Dibandingkan berdagang masker dari awal Juni lalu, pembelian saat ini sudah mulai berkurang dan berharap pemerintah bisa menginformasikan lebih lanjut jika ada larangan resmi, agar dirinya bisa mengantisipasi dengan beralih berjualan masker kain.

Sementara itu, terkait kabar  larangan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Suyuti Syamsul menyatakan, pemerintah provinsi melalui Satgas Covid-19, belum mengeluarkan larangan masker scuba.

Meski demikian, Suyuti tidak menampik jika masker scuba berbahan dasar seperti plastik elastis yang sangat tipis dan tidak mungkin menghalangi virus karena ketika direnggangkan, pori-porinya akan kelihatan dengan jelas.

"Kita membuat masker itukan harus memperhitungkan pori-porinya yang tidak bisa ditembus oleh virus, ya kan. Nah masker scuba itu apabila direnggangkan maka pori-porinya akan terlihat dengan jelas. Sehingga tidak mungkin menghalangi penyebaran," ungkapnya.

Secara medis lanjut Suyuti, terdapat dua jenis masker yang mendapat rekomendasi digunakan masyarakat yakni kain 3 lapis serta masker medis. Kedua masker itu ditambahkan Suyuti, sejak awal yang harus digunakan dan tidak merekomendasikan penggunaan scuba atau sejenisnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00