DPO Kasus Pembunuhan dan Residivis Penggelapan Dihadiahi Timah Panas

KBRN, Palangka Raya : Dua residivis kambuhan terpaksa dihadiahi timah panas oleh jajaran Polresta Palangka Raya lantaran melawan saat hendak ditangkap. Muhammad Lutfi (21) dan Muhammad Arsad (25) warga Desa Tumbang Rungan, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah diamankan karena terlibat pencurian sepeda motor (curanmor) milik salah seorang warga di Jalan Dr Murjani, sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolres Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Djaladri kepada sejumlah awak media mengatakan, kronologi penangkapan bermula dari patroli Satreskrim yang mencurigai gerak gerik kedua tersangka karena mendorong sepeda motor menuju ke tempat gelap.

Menurut Kapolres, berdasarkan hasil penyidikan, terungkap bahwa Arsad mengajak Lutfi menyusuri sekitar Jalan Dr Murjani untuk mencari target dan keduanya mendapati satu unit motor Honda terparkir di depan rumah.  

Dalam melancarkan aksi, Arsad bertugas mengawasi sekitar lokasi, sedangkan Lutfi membuka kunci stang motor, kemudian membawa kabur motor ke jalan PM Noor dekat tembok Bandara Tjilik Riwut. 

Setelah dilakukan penelusuran ditambahkan Kapolres, ternyata tersangka Lutfi merupkan residivis penggelapan  motor baru lima bulan keluar dari tahanan Rutan Klas II Palangka Raya dan Arsad sebagai DPO kasus dugaan pembunuhan di tahun 2015. 

“Bahwasanya kedua tersangka ini adalah teman sepermainan yang memang tidak memiliki pekerjaan tetap. Jadi hasil pendalaman kami bahwasanya baru satu TKP ini yang kami dapati, nanti akan dikembangkan lebih lanjut,” tambah Kapolres, Rabu (23/9/20).

Sementara itu, berdasarkan pengakuan Lutfi ketika diintrogasi, mengenal Arsad sekitar setahun belakangan. Kepada Kapolres, dirinya menyebut pernah melakukan aksi penggelapan sepeda motor di Jalan Dr Murjani, Gang Giat, kemudian hasil kejahatan digadaikan kepada seseorang di jalan G.Obos.

“Di Gang Giat. Sepeda motornya saya gadai di Jalan G.Obos. Sebelumnya pernah ditahan di Rutan. Saat ditangani oleh Polsek Pahandut. Keluar sekitar lima bulan lalu,” ungkap Lutfi.

Sedangkan tersangka Arsad yang dikaitkan dengan kasus pembunuhan, tetap bersikeras tidak terlibat seperti yang dituduhkan. 

Arsad mengatakan, tindakan tersebut dilakukan oleh teman-temannya, meskipun pada saat kejadian, memang sedang berada di lokasi.

“Waktu itu si gendut yang berantam, saya ada disitu. Memang mereka yang membunuh,” imbuhnya.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih mendalami keterangan dari keduanya. Untuk saat ini juga, polisi masih menjerat para tersangka dengan kejahatan pencurian dengan pemeberatan pada malam hari sesuai pasal 363 ayat 1 huruf 4 KUH Pidana dengan ancaman maksimal tujuh tahun kurungan dengan rang bukti yang berhasil diamankan yakni dua unit sepeda motor matic Honda Beat milik salah satu tersangka dan hasil tindak pidana curanmor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00