Fenomena Anak Punk, Perlu Kepedulian dan Kerja Sama Semua Pihak

KBRN, Palangka Raya : Bertebarnya anak punk di sejumlah titik dan lokasi di Kota Palangka Raya memang menjadi fenomena tersendiri. Di satu sisi hal ini akan mengundang keresahan dan gangguan ketertiban dan juga mungkin persoalan sosial dan hukum lainnya.

Kepada RRI, seorang  penggiat sosial Palangka Raya Widya Kumala,, Rabu (23/09/2020) mengatakan, anak punk di Kota Cantik Palangkaraya perlu dicatat, didata dan diinventarisir. Tujuannya jelas untuk lebih mengawasi dan memberikan langkah penanganan kepada mereka. Selain itu anak punk juga perlu diberikan wadah pembinaan untuk penyaluran bakat dan kreatifitas. Mereka perlu diberdayakan melalui program pengembangan bakat dan minat selain juga mendidik mental mereka untuk lebih menjaga ketertiban sosial dan tidak mabuk di jalanan. P

“Pihak pemangku kepentingan haruslah bersinergi dan saling berkoordinasi untuk mewadahi dan membina mereka,” terangnya.

Sementara itu salah seorang pengamat hukum Palangka Raya , Parlin Hutabarat mengungkap fenomena anak punk berbungkus dengan hukum negatif yang menjadi pekerjaan Rumah bagi keluarga dan pribadi yang bersangkutan. Dalam hal ini anak punk menjadi tanggung jawab pemerintah yakni Dinas Sosial . DInas Sosial dinilai perlu untuk melakukan pembinaan dan pendidikan, Menurutnya persoalan anak punk tidak akan pernah selesai jika hanya diselesaikan pada ranah pidana.

”Jika tidak dilakukan pembinaan, anak punk ini tetap akan muncul dan menjamur di berbagai sudut kota,” jelasnya.

Memang mengatasi fenomena anak punk yang  kian menjamur tidaklah semudah menghapus tulisan pensil di atas kertas. Perlu upaya dan perhatian serius dari semua pihak termasuk pihak keluarga, lingkungan terdekat  bahkan pribadi bersangkutan untuk mau berubah dan menjalani hidup yang lebih baik. (NATA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00