Pemahaman Remaja di Palangka Raya Tentang Pendidikan Seksualitas Sangat Rendah

KBRN, Palangka Raya : Kalimantan Tengah memiliki tantangan dan permasalahan di kalangan remaja, khususnya terkait kesehatan seksual dan reproduksi (Kespro).

Berdasarkan hasil survei dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kota Palangka Raya hanya 8 persen remaja saja memahami kesehatan reproduksi dan seksual. Sedangkan, sisanya yakni 85 persen memiliki pengetahuan yang sangat rendah.

Direktur Eksekutif PKBI Kalimantan Tengah, Kun Anang menjelaskan, sejak tahun 1996, PKBI telah merespon permasalahan-permasalahan remaja dengan mengembangkan Pusat Informasi dan Pelayanan Remaja, yang dikenal dengan sebutan SIAR di Bumi Tambun Bungai. 

Dijelaskan Anang, sejauh ini SIAR telah banyak melakukan kegiatan edukasi dan layanan seperti penyuluhan, ceramah, diskusi remaja, seminar, pengembangan media, pelatihan serta konseling, dalam rangka memberikan pengetahuan kespro.

"Nah PKBI mengedukasi melakukan penjangkauan, kemudian bermitra dengan layanan untuk melakukan ke orang-orang beresiko tinggi kita ajak dan edukasi. Jadi apabila kita memiliki perilaku seksual yang beresiko tinggi, tetapi kita tidak tau status kita itu apa, tau sendiri lah bagaimana akibatnya," tambah Anang, Selasa (22/9/20).

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kalimantan Tengah menyebut, pendidikan kespro sangatlah penting.

Ketua KPAI Setiyo Hidayati mengatakan, perlunya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan penyimpangan pergaulan bebas. 

"Terutama kepada orangtua, mengawasi atau tidak. Diawasikah anaknya. Jadi anak tinggal di rumah itu tidak bisa menjamin bahwa anak itu baik," imbuhnya. 

Meski demikian, Setiyo mengakui, pasti ada sejumlah hambatan dalam mengajarkan pendidikan seksual ini di keluarga dan masyarakat. Salah satunya, pembahasan mengenai seksualitas masih dianggap tabu dan bukan bagian dari budaya ketimuran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00