Banyak Pendatang Kena sanksi Operasi Yustisi Di Tugu Soekarno

KBRN,Palangka Raya : Operasi Yustisi Penerapan Protokol kesehatan –Prokes Perwali no 26 tahun 2020 menjaring 20 orang, pelanggar prokes yang tidak gunakan masker kebanyakan adalah warga pendatang dari Surabaya,Banjarmasin 11 orang terkena sansi denda ,sanksi teguran atau kerjasosial 56 orang . Walikota Palangka Raya Fairid Naparin saat turun lapangan rabu (16/09/20) malam di temani.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Emi Abriyani mengatakan banyak alasan yang disampaikan para pelanggar prokes saat tertangkap operasi yustisi beralasan baru saja datang dari luar kota tidak tau akan ada operasi yustisi dan masker tertinggl. Meski hari ke-3 operasi Yustisi terjadi penurunan warga Kota Palangka Raya terkena razia namun Pemko tetap mengimbau untuk menggunakan masker dan Tim Satgas Covid-19 akan terus melakukan sosialisasi ataupun Penegakan Perwali Prokes no 26 tahun 2020.

" Warga Kota diminta mematuhi prokes menggunakan masker karena Palangka Raya saat ini telah kembali mengalami kenaikan kasus Covid-19 dan kembali menjadi zona merah,’’ kata Fairid

 Sementara itu Pengamat Sosial Kota Palangka Raya Doktor Sidik Rahman Usop di kesempatan berbeda berpandangan kenaikan kasus banyak terjadi akibat berbagai sebab baik tertular dari wilayah zona merah,terpapar dari keluarga yang berada dari luar daerah hingga akibat rapat menghadapi pilkada 2020.

" Penerapan protokol kesehatan saat ini sangatlah penting guna memutus mata rantai covid-19 yang semakin meningkat,”kata Sidik Rahman Usop

Untuk menghindari penularan covid-19 hendaknya penerapan protokol kesehatan menggunakan masker harus terus dilakukan hingga pandemi ini berakhir dan tidak lupa menjaga jarak dan rajin mencuci tangan usai beraktifitas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00