Narkoba Jaringan Surabaya-Madura Dimusnahkan

KBRN, Palangka Raya : Peredaran gelap narkoba di Kalimantan Tengah, semakin memprihatinkan. Banyak bandar dari jaringan internasional berlomba-lomba berburu target di Bumi Tambun Bungai. 

Tidak tanggung-tanggung, para bandar ini menargetkan 19 ribu orang untuk menjadi budak narkotika, terutama sabu dan ekstasi. 

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah, Brigjend Pol Edi Swasono ketika pemusnahan barang bukti sabu-sabu seberat 500 gram, Rabu (16/9/20) mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan pihak Polda Kalteng guna mengawasi jalur perbatasan antara Kalimantan Barat. 

Lantaran, diduga jaringan internasional ini masuk dari wilayah Entikong dengan melalui jalur darat menuju Kalimantan Tengah.

"Jadi kalau 500 gram ini sama saja kita menyelamatkan hampir dua ribu masyarakat kita dari terpapar narkoba. Ini harga per gramnya di Kalimantan Tengah sudah 2 juta. Kondisi maping saat ini Kalteng bukan menjadi market atau pemasaran saja," tambah Edi

Selain itu, wilayah Kotawaringin tidak luput dari pengawasan karena banyak kasus yang berhasil diungkap oleh jajaran BNNP, barang haram dikirim dari jalur laut, singgah terlebih dahulu di Kota Mentaya.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Bony Djianto menegaskan, pihaknya tidak akan mengendorkan pengawasan pintu masuk terutama di pelabuhan, karena menjadi favorit para bandar serta pengedar dari luar untuk memasok narkotika ke Palangka Raya. 

Sejauh ini dalam usaha pencegahan peredaran barang haram ditambahkan Boni, jajaran Polda Kalteng bisa dikatakan cukup berhasil. 

"Jadi untuk menekan angka narkoba di perbatasan kita sudah berkoordinasi dengan polres-polres untuk melaksanakan razia. Bahwa diperkirakan peredaran tiga kilo dalam satu bulan dengan penekanan. Selain melakukan razia di perbatasan dan jalur khusus, anggota juga tidak henti-hentinya melakukan giat," pungkasnya. 

Meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19, jumlah pengungkapan oleh Polda bekerjasama dengan BNN dengan barang bukti tidak sedikit," imbuhnya. 

Seperti diketahui, barang bukti ini diamankan dari empat tersangka  I, IH, MJ dan MS, jaringan Madura, Surabaya dan Sampit dengan menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Pelindo III, Sampit, Kotawaringin Timur. 

Dari tangan para tersangka ini, petugas berhasil mengamankan lima paket sabu seberat 500 gram dan barang bukti  tujuh unit ponsel berbagai merk dan satu Honda Scoopy berwarna hitam milik salah satu tersangka. Kepada para tersangka dijerat pasal 114 Ayat (2) Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor Tahun 2009 tentang Narkotika.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00