Kelabui Petugas, Empat Tersangka Sembunyikan Sabu di Susu

KBRN, Palangka Raya : Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil membongkar jaringan narkoba antar provinsi. Sebanyak empat tersangka berhasil diciduk tanpa adanya perlawanan di Pelabuhan Pelindo III Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kepala BNNP Kalteng, Brigjend Pol Edi Swasono mengatakan, pengungkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat, tentang adanya pengiriman narkotika dari wilayah Madura melewati Surabaya lalu menuju Sampit dengan menggunakan kapal laut. Kemudian, dilakukan penyelidikan dan berhasil diamankan tiga tersangka di tempat kejadian perkara (TKP). 

Ketiga tersangka ini kata Edi, masing-masing berinisial I, H dan MJ. Selanjutnya, dilakukan pengembangan, kembali berhasil diamankan MS. Edi menjelaskan, I dan H bertugas sebagai kurir yang mengantarkan barang dari Madura ke Sampit dengan modus menyembunyikan barang bukti di dalam bekas kotak susu cair untuk mengelabui petugas. 

Sedangkan MJ sebagai penjemput I dan H, ketika tiba di pelabuhan dan MS salah seorang warga Jalan  Pelita Barat, Gang Nanas, Sampit  sebagai pemesan yang mengutus MJ untuk menjemput kedua kurir tersebut.

Dari tangan para tersangka ini, petugas berhasil mengamankan lima paket sabu seberat 500 gram dan barang bukti lainnya tujuh unit ponsel berbagai merk dan satu Honda Scoopy berwarna hitam milik salah satu tersangka. Kepada para tersangka dijerat pasal 114 Ayat (2) Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Jadi dari 500 gram ini, kami bisa menyelamatkan 20 ribu calon pemakai. Bagi mereka, bisnis narkoba sangatlah menggiurkan karena sekali pakai, per gramnya senilai Rp 2,5 juta. Biasa kalau satu gram itu dipecah menjadi 10, namanya paket hemat isinya 0,10. Nah setiap paket hemat itu, bisa dikonsumsi oleh empat orang," ungkap Edi, Kamis (13/8/20).

Sementara itu, saat diintrogasi oleh salah seorang petugas BNNP, salah seorang tersangka H mengaku, berperan sebagai pengantar ke Kalteng. Namun H menyebut, sebelumnya tidak pernah ke Kalteng ataupun Palangka Raya.

"Asli dari Madura. Saya sebelumnya tidak pernah ke Palangka Raya. Mengantar sabu, ya iya pak," katanya singkat seraya berlalu menuju kamar tahanan. 

Senada diungkapkan oleh tersangka lainnya I yang memiliki tugas sama  membawa barang haram tersebut dari Madura menuju Sampit melewati Surabaya dengan menggunakan kapal laut. Ketika sampai di pelabuhan itulah, langsung disergap oleh aparat bersama H dan MJ.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00