Kawasan Kumuh Rentan Jadi Tempat Penyebaran Penyakit

KBRN, Palangka Raya : Penataan kawasan kumuh di Palangka Raya menjadi fokus utama di tahun 2020. Pasalnya di ibukota Provinsi Kalteng masih dijumpai perumahan tidak layak huni, mirisnya lagi masalah kebersihan juga belum optimal diterapkan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya, Imbang Triatmadji, mengatakan pihaknya berjanji tahun ini secara perlahan, penataan kawasan kumuh selesai dilakukan dengan menetapkan skala prioritas, pertama yang menjadi target penataan adalah kawasan di flamboyant bawah dan kawasan puntun. "Banyak kita jumpai di kawasan padat penduduk yang dikategorikan kumuh, seperti permasalahan sampah, masalah sanitasi, masalah air minum, masalah jalan dan drainase, semua menjadi satu, padahal kawasan itu rawan terjadi musibah kebakaran, dan berkembangnya penyakit DBD," ungkap Imbang Rabu (12/8/2020).

Imbang optimis tim pengawas program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dapat melaksanakan tugas dengan baik. Salah satunya pemetaan di kawasan Pahandut seberang sebab menjadi fokus penanganan dan perhatian, apalagi  sanitasi di daerah tersebut masih rentan terjadi pencemaran. Begitu juga masalah air minum, warga di kawasan kumuh masih mengandalkan air sungai sekitar untuk kebutuhan hidup sehari-hari. "Apabila beberapa kriteria kawasan kumuh sudah bisa tertangani dengan baik, maka pada saatnya nanti kategori wilayah kawasan kumuh akan dicoret atau dihilangkan,” tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00