Damang se-Kalteng Sepakati Pergub Turunan Perda Kalteng tentang Pengendalian Kebakaran Lahan

KBRN, Palangka Raya: Peraturan Gubernur yang merupakan turunan dari Peraturan Daerah Kalimantan Tengah tentang Pengendalian Kebakaran Lahan dikonsultasikan dan disepakati dalam Rapat Koordinasi Damang dan DAD se-Kalteng.

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, mengatakan dalam draft Pergub yang disusun ada satu poin yang dimintanya untuk dihapus. Poin tersebut menyebutkan peraturan berlaku kecuali Gubernur mengeluarkan status Siaga Darurat Karhutla. Menurutnya, jika poin tersebut masih ada dikhawatirkan masih akan ada peladang yang ditangkap karena membuka lahan dengan membakar.

“Mengenai Perda pembakaran lahan untuk berhuma. Pergubnya sudah kita buat, kita tanda tangani hari ini di depan DAD dan Damang. Nanti rumusan hasilnya akan disosialisasikan di lapangan bersama DAD,” ujar Gubernur Kalteng usai pembukaan Rakor Damang dan DAD se-Kalteng, Rabu (12/8/2020).

Menurut Gubernur Sugianto Sabran paling penting nantinya adalah sosialisasi mengenai tata cara membakar yang sesuai kearifan lokal seperti termuat dalam turunan Perda Pengendalian Kebakaran Lahan. Pembukaan lahan dengan cara membakar bagi peladang diperbolehkan dilakukan di lahan mineral dan ada aturan dalam pelaksanaannya.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan pihaknya sepakat dan mendukung proses pembukaan lahan dengan cara membakar berdasar kearifan lokal yang betul telah diterapkan sejak jaman nenek moyang.

“Peran para damang, peran tiga pilar babinsa, bhabinkamtibmas dan kepala desa ini sangat penting dalam rangka untuk melakukan penilaian dulu lahan-lahan yang akan dibakar di tiap-tiap desa, di  tiap-tiap kecamatan dan di tiap-tiap kabupaten,” tuturnya.

Kapolda Kalteng menambahkan pihaknya telah melakukan pendataan bahwa ada sekitar 8.300 peladang tradisional se-Kalteng. Kapolda Irjen Pol Dedi Prasetyo meminta agar kepala daerah, damang dan DAD se-Kalteng turut mengupdate jumlah peladang tradisional yang ada di Kalteng.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00