Waspadai Siklus DBD 2020 Hingga 5 Tahun Kedepan

KBRN,Palangka Raya : Tahun 2020 ini, ditengah pandemi covid-19 masyarakat diminta untuk tetap mewaspadai penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue- DBD hingga 5 tahun kedepan. Kepala Dinas Kesehatan Provi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul Rabu (12/08/20) mengatakan kemungkinan tahun ini ada siklus tahunan DBD dimana potensi terjadinya siklus tahunan 5 tahun kedepan.Hal ini berdasarkan pola data dengan potensi peningkatan kasus yang tinggi.

Untuk itu masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan siap membantu Pemerintah Kabupaten dan Kota,agar penderita demam berdarah tidak meningkat secara signifikan selain itu Pemerintah Provinsi juga mendorong pemerintah Kabupaten/Kota untuk lebih meningkatkan kebersihan lingkungan agar tidak terjadi kasus luar biasa- KLB .

”saat ini kita terbantu dengan adanya curah hujan yang cukup tinggi sehingga membuat aliran air yang tergenang terbawa hujan dan menyebabakan penyebaran DBD dapat berkurang,”Kata Sayuti Syamsul

Suyuti Syamsul menegaskan Pemprov baru memiliki kewenangan apabila suatu Kabupaten dan Kota telah menetapkan KLB sehingga tidak terjadi pelanggaran aturan karena adanya pembagian kewenangan selain itu diperlukan pula kesadaran untuk lebih menjaga lingkungan guna menekan penyebaran nyamuk DBD. Dinas kesehatan Kota maupun Provinsi Kalteng sampai saat ini tidak menganjurkan karena bukan merupakan langkah utama dan efektif dalam mencegah DBD,Fogging dianjurkan hanya pada Daerah yang baru saja ditemukan kasus DBD.

Sementara itu Kepala Seksi Pencegahan dan pengendalian penyakit menular Dinkes Kota Palangka Raya, Fransiska Limbong kepada RRI mengatakan meski hingga saat ini perkembangan DBD masih belum tampak namun ,untuk wilayah Kota Palangka Raya siklus DBD terjadi 2 tahunan ini berdasarkan data survei Dinkes Kota Palangka Raya tren DBD tahun ini telah berubah.

”Meski perkembangan DBD belum tanpak namun hal ini jangan sampai membuat masyarakat lengah.”Kata Fransiska Limbong.

Untuk itu masyarakat diingatkan agar tidak lengah dengan kondisi cuaca saat ini mengingat kasus DBD kasus kematian lebih vatal dari pada pasien covid-19 sehingga kondisi kebersihan lingkungan harus tetap terjaga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00