Zona Hijau Diperbolehkan Belajar Secara Tatap Muka, Disdik Kalteng Masih Mengacu Permendikbud

KBRN, Palangka Raya : Dalam penerapan belajar secara tatap muka, Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng), tetap mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 4 Tahun 2020 dan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, terkait penerapan pembelajaran selama Pandemi Covid-19. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Mofit Saptono Subagio kepada RRI mengatakan, dalam SKB dari Mendikbud, Menteri Agama, Kesehatan dan Dalam Negeri tersebut, tentang panduan penyelenggaran pembelajaran yang mengacu pada proses belajar dalam jaringan (daring) atau pembelajaran jarak jauh kemudian direvisi oleh mendikbud dengan memperbolehkan sekolah menggelar belajar secara tatap muka di wilayah berzona hijau.

Mantan Wakil Wali Kota Palangka Raya ini menjelaskan, mekanisme belajar tatap muka, khusus untuk sekolah yang masuk kewenangan dari provinsi yakni SMA, SMK dan SLB, tidak semerta-merta langsung bisa dilaksanakan.

Pihak dinas pendidikan terlebih dahulu harus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, lantaran yang mengeluarkan rekomendasi boleh tidaknya menggelar aktivitas mengumpulkan banyak orang, merupakan tugas dari tim gugus tugas Covid-19 dari masing-masing wilayah.

Meski demikian, Mofit mengakui, belum bisa menyampaikan wilayah mana saja yang diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka langsung, lantaran sampai saat ini, angka penyebaran Covid-19 di Kalteng tidak menentu setiap harinya.

Mofit menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan protokol pendidikan untuk penyelenggaraan pembelajaran siswa di zona hijau, apabila sekolah harus menggelar pembelajaran secara tatap muka. Namun, bagi wilayah yang masih berstatus zona merah, kata Mofit wajib mengedepankan daring dengan menggunakan sarana pendukung yang memungkinkan.

"Kita juga berharap, kepada masing-masing dinas pendidikan di setiap daerah, agar terus berkoordinsi dengan camat, danramil, kapolsek serta paling penting dengan pihak puskesmas setempat, sehingga apabila ada perkembangan lebih lanjut mengenai kabar penyebaran Covid-19, agar bisa segera diantisipasi," tambah Mofit, Senin (10/8/20).

Sementara itu, di Kabupaten Barito Selatan (Barsel),hingga kini masih berstatus zona merah karena dalam beberapa hari belakangan cenderung terjadi peningkatan, sehingga Dinas Pandidikan setempat, tetap menerapkan pemebelajaran daring bagi murid SD hingga SMP. 

Kepala Dinas Pendidikan Barsel, Suaib membenarkan hal tersebut. Sehingga dirinya belum bisa memastikan, sampai kapan metode ini dilaksanakan, mengingat tingkat penyebaran Covid-19 di Bumi yang memiliki moto Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini masih cukup tinggi. 

"Kami mengingatkan kepada semua sekolah agar menerapkan dua cara dalam memberikan materi kepada siswa, yakni dengan datang ke rumah atau anak didik bisa mengambil langsung dengan guru, apabila tidak bisa menerapkan metode online," pungkasnya. 

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Singong kepada RRI membeberkan, hanya sebagian kecamatan di wilayah  Gumas, masuk kategori zona hijau, misalnya di sekitar Rungan, Miri Manasa, Manuhing Raya dan di sejumlah sekolah di wilayah ini,  sudah menggelar pertemuan langsung, namun tetap dilakukan pembatasan waktu belajar di kelas.

"Sedangkan penerapan belajar daring dibeberapa zona merah ditambahkan Singong, tetap dilaksanakan, seraya menunggu kabar perkembangan selanjutnya dari tim gugus tugas kabupaten," imbuhnya. 

Berdasarkan data yang rutin dirilis setiap hari oleh tim gugus tugas provinsi, di wilayah Gumas, semua pasien positif sudah dinyatakan sembuh. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00