Pengukuhan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Dilakukan Secara Daring

KBRN, Palangka Raya: Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi se-Kalimantan dikukuhkan oleh Ketua Umum Erni Tjahjo Kumolo secara daring pada Selasa (4/8/2020). Pengurus DWP Provinsi Masa Bhakti 2019-2024 yang dikukuhkan yakni DWP Provinsi Kalimantan Barat, DWP Kalimantan Selatan, DWP Kalimantan Tengah dan DWP Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DWP Pusat, Erni Tjahjo Kumolo, mengatakan pengukuhan sedianya sudah dijadwalkan berkeliling ke daerah-daerah seperti telah dilangsungkan di DKI Jakarta, Aceh dan Papua. Namun kondisi pandemi Covid-19 tidak memungkinkan dilaksanakan pengukuhan secara tatap muka langsung.

 “Harapan kita bersama Dharma Wanita Persatuan tetap menjalankan program-program DWP yang kita sesuaikan dengan keadaan pandemi ini. Setidaknya kita bisa ikut menghimbau masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan, apa maksudnya dan pentingnya kita untuk selalu memakai masker, cuci tangan dengan sabun, jangan berkerumun dan menjaga jarak,” kata Ketua Umum DWP Pusat.

Ketum DWP Pusat ini mengajak seluruh pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan untuk memberikan pemahaman tentan pentingnya menjalankan protokol kesehatan mulai dari keluarga, sanak saudara dan tetangga sekitar.

Pada kesempatan yang sama, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulistra Ivo Sugianto Sabran, menyampaikan harapan yang sama agar pengurus DWP tetap bisa produktif sambil mensosialisasikan penanggulangan Covid-19.

“Di sini saya mau mengucapkan selamat untuk para pengurus Dharma Wanita Provinsi Kalimantan Tengah dikukuhkan hari ini. Tentunya semoga bisa menjalankan dengan baik amanah dan juga ke depan bisa membawa DWP Kalimantan Tengah lebih maju lagi,” ujarnya.

Pengukuhan Pengurus DWP Provinsi secara daring sudah dilaksanakan keempat kalinya dengan jumlah 18 DWP yang dikukuhkan. Selanjutnya, pengurus DWP provinsi-provinsi di wilayah timur Indonesia dijadwalkan akan dilantik pada 11 dan 19 Agustus mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00