Keputusan Membubarkan Pos Libas Sangatlah Keliru dan Membahayakan

KBRN, Palangka Raya : Secara mendadak, Walikota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Fairid Naparin  membubarkan Pos Lintas Batas (Libas) yang selama ini berkontribusi menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Cantik, bahkan di Bumi Tambun Bungai. Pos Libas tersebut berada di dua lokasi yakni Pos Beringin Pahandut Seberang arah ke semua kabupaten di wilayah Barito dan di Desa Taruna arah menuju Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pembubaran tersebut mendapat tanggapan dari salah seorang pengamat sosial dari Kabupaten Kotawaringin Timur, Muhammad Gumarang. Menurutnya, dengan tidak ada lagi penjagaan oleh petugas untuk melakukan pengecekan protokol kesehatan, bagi kendaran pribadi maupun angkutan barang, sehingga berdampak dengan lalu lintas keluar masuk perbatasan tanpa menerapkan protokol kesehatan, apa lagi lanjut Gumarang, sangat rentan orang dari Kalsel yang berstatus zona hitam, masuk dengan bebas ke Kalteng karena tingkat penularan masih sangat tinggi.

"Baik pribadi maupun angkutan barang sudah diatur dalam edaran Menteri Perhubungan Nomor 11 Tahun 2020 yang merupakan turunan dari Peraturan Menteri Nomor 41 dan perubahan atas Nomor 18 Tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Covid-19. Jadi jika dibubarkan, ini bahasa sederhananya merupakan pembiaran," tambah Gumarang, Senin (3/8/20).

Meskipun telah memasuki adaptasi kebiasaan baru ditambahkan Gumarang, bukan berarti mengendorkan pengawasan orang masuk, sehingga mengorbankan pos penjagaan utama. Hal ini suatu sikap yang keliru dan membahayakan, khususnya bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya, Alman Pakpahan menegaskan, pihaknya telah melaksanakan intruksi sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Nomor 266 Tahun 2020 sejak tanggal 1 April. Selama sekitar hampir 4 bulan diakui Alman, angka kepatuhan orang atau pengendara dengan membawa surat bebas Covid-19 sekitar 99,9 persen di wilayah Pahandut Seberang dan 96,98 persen di Desa Taruna. Alman pun mengapresiasi dedikasi tim, termasuk diantaranya TNI dan Polri dalam melakukan pemantauan dan memeriksa masyarakat yang keluar masuk wilayah Kota Palangka Raya.

"Jumlah intensitas frekuensi yang masuk ke Palangka Raya melalui Pos Libas Taruna dan di dua pos libas multifungsi, disamping menegakan protokol covid, kita juga bisa mengurangi gangguan kamtibmas, utamanya masalah-masalah di luar dari protokol kesehatan, sehingga banyak mendapat apresiasi dari masyarakat," pungkasnya.

Pembubaran pos ini ditandai dengan kunjungan yang dilakukan Walikota Fairid Naparin ke dua pos libas didampingi Ketua Harian Tim Gugus Tugas COVID-19, Emi Abriyani. Fairid mengaku, tujuan pembubaran agar sejumlah personel bisa memperkuat pengawasan protokol kesehatan pencegahan covid di dalam kota dan juga membantu pemerintah dalam menerapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

"Banyak yang bertanya kepada saya, kalau mau masuk ke kota seperti apa. Saya pun hampir jarang menghubungi Pak Alman, jadi baik kerabat atau siapapun yang saya kenal ingin memasuki kota, aturannya tetap sama dan tegas sesuai yang ada di pos libas," imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00